Pertamina Punya Empat Komitmen Kelola Blok Migas Rokan di Riau

  • Bagikan
Pertamina Kelola Blok Rokan
Blok Rokan

Menit.co.id – Pertamina menyatakan komitmennya untuk memaksimalkan potensi Blok Migas Rokan untuk menyuplai kebutuhan nasional dan mendongkrak pembangunan ekonomi di Riau.

Upstream Project Leader PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Feri Sri Wibowo menjabarkan, ada empat komitmen Pertamina dalam pengelolaan Blok Rokan.

Pertama, Pertamina berkomitmen memberikan kontribusi dari hasil Blok Rokan terhadap Pendapatan Bagi Hasil Daerah.

Kedua, Pertamina berkomitmen bahwa badan usaha milik daerah berhak atas 10 persen PI Blok Rokan berdasarkan Kepmen ESDM 1923 K/10/MEM/2018.

BACA : Pertamina Raih 24 Penghargaan Indonesian CSR Awards 2020

Ketiga, kegiatan operasional Blok Rokan akan melibatkan partisipasi perusahaan lokal baik dalam bentuk barang, jasa, maupun tenaga kerja. Dengan cara itu, Pertamina berharap bisa turut menggerakkan keekonomian masyarakat Riau.

“Keempat, kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan akan bersinergi dengan pemerintah daerah agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan,” ungkap Feri dalam siaran pers.

Sedikit informasi, Blok Rokan menyumbang produksi 24% terhadap produksi migas nasional. Saat ini, kontrak pengelolaan Blok Rokan dipegang oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Kontrak tersebut akan berakhir pada Agustus 2021 mendatang.

Sehubungan dengan hal tersebut, PHR, CPI, dan SKK Migas telah berkoordinasi untuk pelaksanaan alih-kelola Blok Rokan dari CPI ke PHR pada 9 Agustus 2021 mendatang.

Kontrak Bagi Hasil Blok Rokan ditandatangani antara SKK Migas dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan disetujui oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral pada 9 Mei 2019.

Nantinya, jangka waktu kontrak bagi hasil ini akan berlangsung selama 20 tahun pada 2021-2041. Kontrak ini berlaku efektif mulai 9 Agustus 2021 mendatang dengan menggunakan skema bagi hasil gross split.

Sejauh ini, proses peralihan Wilayah Kerja (WK) Blok Rokan dari CPI kepada PHR masih terus berlangsung sesuai tahapan. Peralihan ini diperkirakan memakan waktu hingga 23 pekan ke depan.

GM General Affairs and Operations Support PT CPI, Sukamto Tamrin menjelaskan, proses peralihan sudah dilakukan sejak tahun 2019.

“Kami sangat berkeinginan agar proses peralihan berlangsung lancar, tertib dan aman,” kata Sukamto.

Saat ini, PHR telah menyiapkan program berupa transisi sembilan bidang utama untuk menjamin keberlangsungan seluruh kegiatan operasi dan kegiatan rutin Blok Rokan pada saat PHR menjadi operator nanti.

Feri menegaskan, PHR akan berusaha melakukan program-program produksi baru seperti pengeboran Infil, WO-WI, eksplorasi, optimasi waterflood, optimasi steamflood dan lain-lain.

“Targetnya Blok Rokan bisa memproduksikan total 1,5 miliar barel selama dua dasawarsa,” ujar Feri.

Di tengah proses transisi yang sedang berjalan, PHR dan CPI telah merencanakan dan menyusun program pemboran sumur untuk tahun 2021. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya menahan turunnya produksi minyak Blok Rokan.

  • Bagikan