Pesawat Rimbun Air, Maskapai Spesialisasi Kawasan Terpencil

  • Bagikan
Pesawat Rimbun Air PK-OTW Ditemukan Dalam Kondisi Hancur

Menit.co.id – Pesawat Rimbun Air belakangan menjadi ramai di perbincangkan banyak pihak. Pesawat milik maskapai Rimbun Abadi Aviasi tersebut jatuh di Gunung Wabu Sugapa Papua.

Awal mulanya pesawat Rimbun Air di kabarkan hilang kontak. Tak lama berselang di temukan titik koordinat jatuhnya pesawat pesawat perintis tersebut.

Rimbun Air sendiri merupakan salah satu maskapai yang melayani penerbangan jarak dekat di kawasan terpencil Indonesia, salah satunya Papua.

Di lansir dari laman resminya, Rabu (15/9/2021), maskapai ini memiliki nama lengkap PT Rimbun Abadi Aviasi. Maskapai berada di bawah induk usaha PT Menara Grand Papua dan berdiri pada tahun 2018.

“PT Rimbun Abadi Aviasi didirikan pada tahun 2018 untuk memenuhi permintaan pesawat STOL yang terus meningkat di Indonesia,” bunyi keterangan di website.

Rimbun Air melayani penumpang dengan armada Boeing 737 Freighter dan DHC 6 – 400 Twin Otter.

Mereka menyatakan layanannya menawarkan kemampuan untuk menjangkau sebagian besar perjalanan dan daerah pedesaan di seluruh nusantara kepada para pelanggannya.

Untuk penerbangan penumpang, Rimbun Air menyediakan penerbangan harian dengan pesawat berkapasitas 19 penumpang. Maskapai juga membuka jasa pengantaran kargo.

Dalam websitenya, pengelola juga mencantumkan alamat kantor Rimbun Air, yaitu di Jalan Peta No 188, Lingkar Selatan, Bandung, Indonesia.

Hilang Kontak di Papua, Ini Profil Maskapai Rimbun Air

Pesawat milik maskapai Rimbun Air hilang kontak. Pesawat hilang kontak pasca terbang dari Nabire di Papua, tepatnya di kawasan Sugapa Papua.

Rimbun Air sendiri merupakan salah satu maskapai yang melayani penerbangan jarak dekat di kawasan terpencil Indonesia, salah satunya Papua.

Maskapai ini memiliki nama lengkap PT Rimbun Abadi Aviasi.  Rimbun Air melayani penumpang dengan armada Boeing 737 Freighter dan DHC 6 – 400 Twin Otter.

Mereka menyatakan layanannya menawarkan kemampuan untuk menjangkau sebagian besar perjalanan dan daerah pedesaan di seluruh nusantara kepada para pelanggannya.

Untuk penerbangan penumpang, Rimbun Air menyediakan penerbangan harian dengan pesawat berkapasitas 19 penumpang. Maskapai juga membuka jasa pengantaran kargo.

Dalam websitenya, pengelola juga mencantumkan alamat kantor Rimbun Air, yaitu di Jalan Peta No 188, Lingkar Selatan, Bandung, Indonesia.

Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim darat, dalam hal ini TNI-Polri, juga tim SAR.

“Sejam yang lalu, emergency signal sudah dipancarkan oleh Rimbun Air, kita masih melakukan pemetaan,” kata Navik via telepon.

Navik menjelaskan, jika sinyal emergency telah dipancarkan besar indikasi dalam bahaya. Namun pihaknya belum bisa memastikan dalam keadaan bahaya yang terjadi.

Dia mengatakan pihaknya melihat pesawat Cargo Rimbun Air Seri 300 PK OTW akan mendarat. Namun karena cuaca berkabut, pesawat batal landing.

Pesawat kemudian berusaha naik mengambil arah kiri bandara. Setelah itu, terdengar suara keras oleh pihak bandara yang berada di landasan. Di duga pesawat jatuh setelah menabrak gunung.

“Kemudian terdengar suara seperti pohon jatuh yang sangat keras oleh pihak bandara yang berada di landasan. Di indikasi pesawat tersebut menabrak gunung. Tidak terlihat jelas titik pasti jatuhnya di karenakan kabut tebal yang menyelimuti daerah sekitar,” kata Edi.

  • Bagikan