PPnBM 100 Persen Diperpanjang? Pemerintah Harus Geliatkan Otomotif

PPnBM 100 persen

Menit.co.id – PPnBM 100 persen akan berakhir pada Desember 2021. Program insentif dari pemerintah tergolong sukses mendongkrak penjualan mobil baru.

Pemerintah tengah mengevaluasi program diskon PPnBM 100% untuk tahun 2022.

Menurut Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel diskon PPnBM ini sejatinya menjadi langkah yang dapat menggiatkan industri otomotif untuk tumbuh kembali.

“Menurut saya pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang menggiatkan industri otomotif untuk tumbuh kembali. Karena otomotif ini menjadi salah satu barometer dalam ekonomi kita sendiri,” papar Rachmat Gobel, kepada detikcom pada ajang GIIAS 2021.

“Jadi langkah pemerintah harus ikut terlibat bagaimana mendorong industri otomotif. Apalagi industri otomotif puluhan triliun dari Jepang itu investasi, bahkan lebih dari 50 triliun mungkin,” sambungnya.

Rachmat secara tidak langsung mendukung program relaksasi PPnBM ini. Dan mendorong agar industri otomotif Tanah Air bangkit kembali, agar roda ekonomi nasional dapat kembali bergulir dengan kuat.

Senada, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, otomotif merupakan salah satu industri yang sangat terkena dampak dari pandemi di tahun 2020 lalu. Pemerintah punya solusi yaitu dengan memberikan relaksasi potongan pajak.

“Oleh sebab itu, pemerintah kemudian membuat kebijakan untuk sementara relaksasi PPnBM yang di berikan. Dan ini kita lihat sangat mendongkrak penjualan, mendongkrak produksi dari industri otomotif kita,” papar Jokowi kepada awak media di GIIAS 2021.

Informasi tentang diskon PPnBM 100 persen diperpanjang belum di konfirmasi oleh pemerintah. Padahal program ini akan berakhir dalam waktu kurang dari dua bulan lagi.

“Evaluasi (untuk perpanjangan PPnBM DPT tahun 2022) udah di mulai dari sekarang,” buka Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasimita kepada wartawan di arena GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2021, ICE, BSD City, Tangerang, Jumat (19/11/2021).

Jika berlanjut, apakah program relaksasi tersebut tetap berupa diskon pajak 100% atau di kurangi menjadi diskon PPnBM 75% atau 50%? Agus belum mau menjawabnya lebih rinci. “Sedang kita bahas ya,” singkatnya.