Presiden Joko Widodo Tawarkan Proyek dan Kerja Sama Keuangan ke Singapura

    Rabu, 9 Oktober 2019 - 11:29 Editor : Redaksi Dibaca : 80 Views

    Menit.co.id Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan kerja sama pendanaan proyek infrastruktur kepada Pemerintah Singapura, Proyek yang dimaksud di antaranya, kereta api Makassar-Parepare dan pembangunan bandara di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Pemerintah Indonesia dan Singapura juga sepakat untuk memperpanjang kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara, yakni pengelolaan likuiditas valas secara bilateral. Perpanjangan kerja sama ini akan dilakukan pada November 2019 mendatang.

    Intinya, kedua negara berkomitmen untuk memperkuat kerja sama yang menguntungkan kedua negara melalui pertemuan tahunan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di The Istana, Singapura, Selasa (8/10).

    Indonesia menawarkan berbagai peluang kerja sama pendanaan proyek-proyek infrastruktur, di antaranya proyek kereta api Makassar-Parepare dan lapangan udara di Labuan Bajo,” kata Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden.

    Jokowi mengatakan dalam pertemuan tahunan ini, sejumlah kesepakatan berhasil dicapai kedua negara. Pertama, RI dan Singapura sepakat untuk memperpanjang kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara, yakni pengelolaan likuiditas valas secara bilateral. Perpanjangan kerja sama ini akan dilakukan pada November 2019 mendatang.

    Kedua, kesepakatan mengenai Framework for Negotiation of FIR Realignment, yang ditandatangani 12 September 2019 lalu.

    Ketiga, Jokowi menyambut baik tindak lanjut kesepakatan yang dicapai dalam Leaders Retreat tahun lalu. Perkembangan tersebut antara lain, proyek Kendal Industrial Park dan Nongsa Digital Park.

    “Dukungan Singapore Economic Development Board bagi pembukaan operasi perusahaan Pegatron di Batam,” ujarnya.

    Jokowi menyatakan kedua negara juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasional. Bentuk kerja sama tersebut antara lain pengoperasian politeknik Kendal dan kegiatan pelatihan bagi para instruktur serta inisiatif RISING (Republic of Indonesia and Singapore) Fellowship.

    Di samping itu, kedua negara juga sepakat untuk mendorong penyelesaian proses ratifikasi perjanjian investasi bilateral serta peningkatan kerja sama di bidang perdagangan elektronik, teknologi finansial, layanan data, pengembangan techno park, serta regional innovation hub.

    “Terima kasih Perdana Menteri Lee, mari kita bekerja sama untuk kemakmuran dua negara dan masyarakat kita,” tuturnya.

     

    [CNN Indonesia]



    Komentar Pembaca: