Program Warung Anak Sehat Raih Penghargaan Kesetaraan Gender

  • Bagikan
Warung Anak Sehat sebelum Pandemi
Salah satu Ibu Pengelola Kantin Sekolah Generasi Maju binaan Program Warung Anak Sehat sedang melayani siswa sekolah dasar saat kegiatan belajar mengajar masih aktif sebelum masa pandemi.

Menit.co.idDanone Indonesia melalui Program Warung Anak Sehat menerima penghargaan internasional berupa Gender Equality European and International Standard (GEEIS) Sustainable Development Goals (SDGs) Trophy sebagai salah satu perusahaan dan organisasi yang turut berkomitmen dan melakukan berbagai inisiatif dalam memberdayakan perempuan.

Bertempat di kantor Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis yang berlokasi di Paris, Vice President Marketing Danone Indonesia Sri Widowati menerima penghargaan tersebut secara virtual pada akhir Juni lalu.

GEEIS SDG Trophy merupakan penghargaan yang diberikan oleh Arborus, sebuah lembaga nirlaba internasional yang menjadi penggerak dibalik sertifikasi kesetaraan gender internasional.

Gender Equality European and International Standard (GEEIS) Sustainable Development Goals (SDGs) Trophy
Gender Equality European and International Standard (GEEIS) Sustainable Development Goals (SDGs) Trophy

Penghargaan diberikan kepada beberapa perusahaan yang telah tersertifikasi GEEIS dan menandatangani konvensi internasional Global Compact & Women’s Empowerment Principles, atas peran dan kontribusinya dalam mewujudkan agenda Sustainable Development Goals (SDG) yang meliputi namun tidak terbatas pada kesetaraan gender, pelestarian bumi, dan perdamaian dunia.

Saat ini ada 15 perusahaan multinasional yang bersertifikat GEEIS dan membawahi lebih dari 200 entitas di 37 negara, termasuk Indonesia.

Vice President Marketing Danone Indonesia Sri Widowati
Vice President Marketing Danone Indonesia Sri Widowati

Vice President Marketing Danone Indonesia, Sri Widowati menyatakan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. “Selama hampir satu dekade, kita telah menyaksikan pencapaian luar biasa dari kontribusi komunitas perempuan dalam mewujudkan dunia yang lebih baik,” katanya.

Tidak hanya dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka, kata Wido, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.

“Program Warung Anak Sehat merupakan salah satu bukti karena dapat berkontribusi pada Kesehatan anak-anak sekolah dalam menyediakan makanan dan minuman yang sehat, hingga memberdayakan Ibu kantin secara finansial dan kesehatan keluarga,” katanya.

Pelatihan Ibu Warung Anak Sehat sebelum Pandemi
Sebelum pandemi terjadi, pelatihan Warung Anak Sehat di kota Ambon dilakukan secara tatap muka.

Danone ingin mewujudkan komitmen untuk dapat membawa dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial tersebut dengan mendorong kemampuan Ibu kantin untuk mencapai kesejahteraan.

Warung Anak Sehat adalah bagian dari Sembilan Tujuan Jangka Panjang kami yaitu merangsang pertumbuhan inklusif melalui pemberdayaan perempuan yang merupakan kontribusi kami untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dalam mempercepat kesetaraan gender.

Pelatihan Digital Ibu Warung Anak Sehat saat Pandemi_1
Pelatihan Digital Ibu Warung Anak Sehat saat Pandemi

Hal ini sejalan dengan visi “One Planet, One Health” untuk membawa kesehatan ke sebanyak mungkin masyarakat melalui nutrisi dan hidrasi sehat maupun program berkelanjutan.

Sebelumnya Danone Global melakukan proses seleksi internal kepada beberapa program di seluruh unit bisnis di dunia.

Program yang terpilih diajukan kepada Board of Committee GEEIS SDG Award 2021, kemudian terpilihlah program Danone Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) yaitu program Warung Anak Sehat yang menerima penghargaan GEEIS SDG Trophy.

Apresiasi ini diberikan atas peran dan kontribusinya secara konsisten hampir 10 tahun memberdayakan komunitas pengusaha perempuan mikro, Ibu kantin, di beberapa wilayah di Indonesia.

Pelatihan Digital Ibu Warung Anak Sehat saat Pandemi_2
Pelatihan Digital Ibu Warung Anak Sehat saat Pandemi_2

Danone Indonesia melalui Sarihusada memfasilitasi Ibu Pengelola Kantin Sekolah Generasi Maju untuk memiliki keterampilan baru dalam memanfaatkan teknologi agar dapat beradaptasi dengan poros bisnis dan tetap relevan dengan situasi saat ini.

Selain itu, Danone Indonesia juga menyediakan platform bagi Ibu Pengelola Kantin Sekolah Generasi Maju untuk berjejaring dan menghubungkan dengan komunitas yang lebih luas untuk saling berbagi dan belajar.

Selama pandemi, Ibu kantin tetap menerima berbagai pelatihan dan edukasi digitalisasi untuk pengembangan bisnis UMKM agar dapat menjangkau konsumen dengan efektif.

Sebagai wujud dukungan mempercepat kesetaraan gender, sejak tahun 2011, Danone Indonesia melalui Sarihusada rutin melakukan binaan kepada ratusan pengelola kantin di sejumlah Sekolah Dasar di Indonesia melalui program Warung Anak Sehat (WAS).

Tercatat pada 2018, program ini telah memberdayakan 350 ibu kantin – dimana 72% diantaranya mendapatkan peningkatan pendapatan sebanyak lebih dari 50%.

Selain itu, kenaikan pendapatan yang diperoleh para ibu pengelola kantin ini juga telah memberikan manfaat kepada 1.092 anggota keluarganya.

Selain itu, Danone Indonesia bersama Stellar Women, institusi yang memusatkan kegiatan pada pemberdayaan perempuan Indonesia, dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) menjalankan program untuk mendukung dan mendorong perempuan Indonesia untuk berkembang di sektor bisnis, terutama pada UMKM melalui program ‘Stellar Women Entrepreneurship Academy’.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam menjalankan bisnis yang ramah lingkungan dan mengasah skill leadership mereka di berbagai sektor.

“Pencapaian ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya semangat berkolaborasi dari semua pihak, tentunya semua tim Danone, mitra kami Google Indonesia, mitra non-profit lokal kami, lembaga pemerintah lokal, dan terutama para Ibu Pengelola Kantin SGM yang selalu percaya untuk terus bekerja sama dengan Kami. Inisiatif Ibu Kantin SGM merupakan sebuah bukti dari Kami dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan untuk membuat perempuan lebih berdaya,” tutup Wido.

  • Bagikan