Tiga Negara Sepakati Kerjasama Pengembangan Sektor Teh

  • Bagikan
Negara : Turki;Luas wilayah : 783.356 km2;Jumlah Penduduk :;79.814.871 orang;PDB Nominal : US$ 1,665 trilliun;PDB Perkapita : US$ 21.198;Produksi per tahun : 174.932 ton;Keterangan : - ;ada tahun 2013, Turki diproduksi 225.000 ton daun teh. Anehnya, hampir semua tanaman tumbuh di Turki diproduksi dalam suatu wilayah kecil yang terletak di dekat kota Rize. Iklim basah, ;opografi, dan dekat dengan Laut Hitam membuat kondisi yang ideal.;- Turki terutama menghasilkan teh hitam, juga dikenal sebagai teh Turki, serta teh Rize. Sementara kopi Turki terkenal dunia, budaya teh di Turki juga kuat, dan ada cara yang sangat spesifik pembuatan bir itu. Secara tradisional, teh Turki diseduh dalam samovar (self boiler), menciptakan minuman pekat, yang mereka diencerkan dengan air ketika disajikan.;- Bagaimana Turki mempertahankan seperti industri yang kuat meskipun tidak menghasilkan varietas terutama yang tidak biasa? Terutama, pasar domestik mereka dilindungi dengan tarif impor 145% sangat tinggi pada teh asing.;Sumber foto : modernfarmer.com

Menit.co.id – Tiga negara produsen dan konsumen teh terbesar di Asia, Indonesia, China dan India sepakat menjalin kerjasama pengembangan sektor teh.

Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari kegiatan Asian Tea Conference, yang diselenggarakan oleh Business Watch Indonesia yang didukung oleh Solidaridad di Hotel Aryaduta, Senin (17/12).

Kesepakatan ini ditandatangai oleh Ketua Indonesian Tea Marketing Association (ITMA) Cathalia Randing, ketua China Trade Marketing Association (CTMA) yakni Wang Qing, serta sekretaris The Indian Tea Association (ITA) Arijit Raha.

Penandatanganan nota kerjasama ini disaksikan juga oleh perwakilan pemerintah Indonesia yakni Paguyuban Tani Lestari, pelaku usaha, praktisi dan para pihak. Kesmpata ini diharapkan dapat mengembangkan pasar teh di Asia.

Bentuk kerjasama ini akan fokus pada beberapa area yaitu dengan mengembangkan kerangka kerja yang dapat diterima bersama untuk keberlanjutan teh di Asia berdasarkan SDGs baru, pelestarian eko-sistem dan keamanan produk.

Selain itu, penguatan kemitraan, dengan pengembangan platform bersama untuk konsultasi pemangku kepentingan termasuk pemerintah guna pemahaman bersama terkait kondisi struktural pasar internasional dan tren jangka panjang dalam produksi serta konsumsi.

Hal ini untuk menyeimbangkan penawaran – permintaan, menghasilkan harga yang adil, baik untuk konsumen maupun untuk produsen.

Dari sisi promosi, akan dikembangkan kampanye bersama untuk peningkatan konsumsi teh hijau dan hitam berkualitas tinggi di pasar global seperti China, India, Indonesia, pasar utama lain seperti Eropa, USA, Timur Tengah.

Ada juga pertukaran teknologi, melalui penelitian dan pengembangan bersama. Pertukaran informasi ekonomi, teknis – ilmiah, statistik dan studi. Inisiatif serta perbaikan yang dibahas selama konvensi mendapat dukungan luas dari tokoh-tokoh terkemuka dalam keberlanjutan teh.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahja Widayanti mengatakan bahwa dengan penandatangan MoU ini diharapkan meningkatkan nilai ekspor komoditi teh Indonesia ke pasar global.

“Saya berharap kedepannya industri teh Indonesia bisa lebih baik untuk bisa merebut pasar global. Kami menyambut baik atas penyelenggaraan Asian tea conference ini. Kerjasama antar kita untuk tetap meningkatkan ekspor teh perlu dilakukan lebih erat lagi dan harus bisa menunjukkan bahwa Indonesia bisa mengekspor teh dengan kualitas baik,” ungkapnya, Senin (17/12).

Hal senada juga disampaikan oleh Cathalia, menurutnya dengan MoU ini dapat lebih membuka pintu ekspor teh lokal ke pasar Asia lebih besar lagi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pembangunan ekonomi negara penghasil teh terutama Indonesia.

“MoU ini diharapkan sebagai langkah pertama menuju kerja sama yang lebih besar antara industri teh Indonesia, India dan Cina. Ini diharapkan akan lebih meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial negara-negara penghasil teh, pengembangan produksi – konsumsi teh, juga meningkatkan hubungan bisnis antara ekspor teh dan negara-negara pengimpor ” jelasnya.

(Kontan)

  • Bagikan