Tips Ampuh Hindari Kejahatan Begal Rekening

Kejahatan Begal Rekening

Menit.co.id – Begal Rekening belakangan ini menjadi kabar tak mengenakkan bagi seluruh nasabah perbankkan di seluruh Indonesia. Lantas apa itu Begal Rekening?

Begal rekening adalah modus penipuan baru di mana pelaku akan menyamar seorang menjadi pihak resmi jasa keuangan dan e-commerce untuk menjebak korban.

Korban yang di bidik akan di buat percaya untuk memberikan data pribadi sehingga para begal memiliki celah untuk menguras isi uang dalam rekening korban.

Kejahatan begal rekening ini kerap juga di sebut soceng atau social engineering. Saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan agar masyarakat tak mudah terjebak begal rekening.

Mengutip dari unggahan Instagram Otoritas Jasa Keuangan (OJK) @ojkindonesia, data-data yang jadi incara para pelaku sebagai berikut:

Pelaku kejahatan soceng biasanya terkait username, password, nomor kartu kredit atau debit, kode PIN ATM, dan kode OTP. Kemudian rekening akan di begal dalam waktu kurang dari lima menit.

Untuk itu, masyarakat di minta waspada jika ada oknum-oknum asing yang menghubungi kemudian meminta data-data pribadi tersebut.

Beberapa modus yang bisa di waspadai terkait begal rekening ini adalah adanya informasi aneh mengenai perubahan tarif transfer pada bank tertentu.

Kemudian penelpon yang mengaku sebagai pegawai resmi bank akan meminta data-data pribadi terkait ATM. Modus lainnya adalah tawaran menjadi nasabah prioritas tanpa alasan yang jelas.

Apalagi jika jumlah tabunganmu di bank tertentu tidak terlalu besar. Modus lainnya yang patut di waspadai adalah nasabah yang di hubungi bank lewat media sosial palsu.

Pastikan akun media sosial yang menghubungimu adalah akun asli. Jika perlu lakukan konfirmasi langsung terhadap pihak bank.

Sementara itu, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) juga memberikan peringatan agar berhati-hati memberikan data pribadi kepada orang yang tidak di kenal.

“Masyarakat jangan menghiraukan pesan yang menyaru sebagai pihak bank, padahal sejatinya komplotan jahat yang ingin menguras rekening,” ujarnya.

Aji menambahkan masyarakat yang menggunakan dompet dan bank digital harus mengetahui prinsip keamanan digital supaya tidak menjadi korban kejahatan.

Seperti pengambilalihan rekening melalui phising dan social engineering. “Ketika ragu, tanya langsung kepada pihak bank baik ke kantor cabang,” ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS