Viral Tagar #ShopeeTindasKurir, Insentif Mitra Pengemudi Kompetitif

  • Bagikan
Tagar #ShopeeTindasKurir, Insentif Mitra Pengemudi Kompetitif

Menit.co.id – PT Shopee Internasional Indonesia angkat bicara soal kabar yang menyatakan perusahaan telah mematok standar upah rendah kepada kurirnya. Informasi itu sempat viral di media sosial dengan tagar #ShopeeTindasKurir.

Executive Director Shopee Indonesia Handhika Jahja mengklaim perusahaan memberikan insentif kepada mitra pengemudi Shopee Espress atau SPX dengan nilai yang kompetitif dibandingkan dengan perusahaan logistik lainnya.

Ia mencontohkan pengemudi SPX di wilayah Jabodetabek yang membawa 80 paket dalam sehari bisa memperoleh insentif rata-rata senilai Rp 2.213 per paket.

“Sebagai ilustrasi, rata-rata upah per paket yang ada di pasaran berkisar Rp 1.700 dan Rp 2.000 oleh jasa logistik lainnya,” ujar Handhika dalam keterangan yang diterima pada Selasa, 13 April 2021.

BACA : ShopeePay Semangat Usaha Lokal untuk Perkembangan UKM Seluruh Indonesia

Handhika menyebut skema insentif yang diberikan Shopee telah mengikuti peraturan yang berlaku di daerah masing-masing.

Ketentuan pemberian upah juga mengikuti tingkat harga di pasar agar ada titik temu antara permintaan pengguna dan ketersediaan mitra SPX.

“Kami menyediakan perlindungan asuransi untuk para mitra pengemudi SPX agar dapat memberikan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Kami juga selalu mendengarkan masukan dan aspirasi dari para mitra pengemudi SPX dan terus berupaya untuk menjaga kenyamanan dari semua pihak,” kata Handhika.

Tagar #ShopeeTindasKurir mengemuka di media sosial Twitter pada Ahad petang, 11 April 2021. Isu itu mencuat akibat adanya kabar bahwa kurir perusahaan mogok kerja sebagai aksi demo karena masalah pembayaran upah. Demo ini diduga menyebabkan adanya keterlambatan pengiriman barang.

Handhika berujar operasional perusahaan berjalan normal dan lancar. Ia memastikan tidak ada aksi demo oleh mitra pengemudi SPX.

“Perlu menjadi catatan bahwa para mitra pengemudi SPX memiliki kebebasan untuk memilih hari operasional kerja mereka. Perihal keterlambatan beberapa pengiriman, itu terjadi pada saat kampanye 4.4 Mega Shopping Day yang lalu, antusiasme para pengguna atas kampanye tersebut tinggi,” ujar Executive Director Shopee Indonesia tersebut.

Dibayar cuma Rp 1.500 per sekali kirim

Sebelumnya, kabar mengejutkan tersebar di media sosial yang menyebut upah untuk kurir Shopee Express dengan skema per sekali kirim mendadak ramai di Twitter dan Instagram.

Awal mula perbincangan ini berawal dari sebuah nomor akun whatsapp yang mengeluhkan paketnya tak kunjung sampai.

Akun tersebut mengungkap percakapan WhatsApp dengan seorang kurir Shopee Express yang mengatakan telah terjadi demo pegawai akibat upah per pengiriman menurun dari Rp 2.000 menjadi Rp 1.500.

Akibat demo itu, kurir Shopee Express meradang dan sepakat tidak menjalankan pekerjaannya sehingga layanan pengiriman yang menggunakan layanan Shopee Express mengalami gangguan dan estimasi penerimaan paket menjadi tidak jelas.

Namun, pihak Shopee pun membantah soal semua tuduhan yang viral di media sosial itu dan menyebut ada pihak yang sengaja bermain dengan isu ini untuk upaya pencemaran nama baik Shopee.

Handhika juga menegaskan tidak ada aksi demonstrasi atau mogok yang dilakukan oleh mitra kurir Shopee Express.

Handika mengkalim, Shopee selalu mendengarkan masukan, keluhan dan aspirasi mitra pengemudi Shopee Express untuk menjaga kenyamanan dari semua pihak guna mendapatkan titik temu terbaik antara permintaan pengguna dan ketersediaan mitra.

“Hingga saat ini kami pastikan tak ada aksi mogok dari mitra kurir Shopee Express. Sehingga layanan pengiriman paket yang menggunakan metode Shopee Express masih berlangsung normal,” tutup Handika.

  • Bagikan