Warga Dumai Blokir Pemasangan Pipa Minyak Blok Rokan

  • Bagikan
Pipa Minyak Blok Rokan

Menit.co.id – Pemasangan pipa minyak blok Rokan yang melintasi Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan menuai kecaman dari masyarakat setempat perihal ganti rugi tanah yang tidak wajar.

Warga di tiga RT 09, 10 dan 11 Kelurahan Mekar Sari, Kota Dumai, memblokir jalan dan melarang alat berat masuk serta menghentikan pekerjaan pembangunan pipa gas sejak, Selasa (22/03) kemarin.

Pemblokiran jalan dilakukan oleh warga terkait masalah ganti rugi tanah yang tidak dibayar serta pemberian uang sagu hati oleh perusahaan tidak adil dan terkesan pilih kasih.

Hingga kini, warga masih tetap melakukan pemblokiran jalan, sampai tuntutan mereka dipenuhi, karena tanah yang dilalui oleh pipa merupakan tanah milik warga bukan milik pemerintah.

Pantauan dilapangan aksi pemblokiran ini, membuat alat berat dari perusahaan tidak bisa masuk, karena sejumlah jalan masuk ke lokasi pengerjaan pipa gas telah diblokir warga dengan menggunakan drum dan pagar kayu.

Semua akses jalan masuk untuk pengerjaan pipa gas, saat ini tidak bisa dilewati dan semua pekerja dari perusahan tak bisa beraktivitas.

BACA : Pertagas Salurkan Bantuan Sosial dan Ekonomi di 5 Daerah di Riau

Aksi pemblokiran ini dilakukan karena, pihak perusahaan terkesan tidak peduli dengan tuntutan, warga tiga RT kelurahan Mekarsari ini menuntut ganti rugi tanah dan bangunan serta tanaman mereka yang jadi korban proyek pembangunan pipa ini belum ada ganti ruginya.

Menurut warga di RT 11, Rosmaneli mengatakan, perusahaan hanya memberi uang sagu hati untuk merobohkan bangunan, serta tanaman sebagai pengganti ganti rugi, namun warga kesal karena sagu tidak sesuai dengan bangunan dan tempat usaha yang akan dirobohkan.

“Kami tidak pernah mendapatkan ganti rugi, kami hanya terima sagu hati, itupun yang kami terima tidak sesuai dengan bangunan yang harus kami robohkan, usaha kami pun harus tutup selama pengerjaan penanaman pipa minyak dan gas ini, jadi kami mau makan apa,” ungkap Neli.

Sementara Lurah Mekarsari, Aldi Lubis ketika dikonfirmasi terkait masalah ini, bahwa kepemilikan tanah yang dialiri oleh pipa gas merupakan tanah warga, karena daripada warga memang ada memiliki surat.

Sudah pernah ada pertemuan antara kelurahan dan warga terkait tuntutan warga tersebut. “Kelurahan hingga saat ini belum menerima bukti surat kepemilikan tanah dari chevron, yang jelas masyarakat punya bukti surat tanah, “ujar Aldi

Warga juga meminta kompensi dampak dari proyek tersebut seperti debu dan galian sehingga warga tak bisa berjualan.

“Kita menunggu dai chevron untuk menyelesaikan masalah ini dengan menunjukkan legalitas lahan yang dimiliki, “katanya di Media Centre.

Pemberian Sagu Hati Sesuai Prosedur

Proyek Pengadaan, Penggantian dan Konstruksi Pipa Minyak Rokan di Riau terus menunjukkan perkembangan yang baik. Tahapannya berlangsung sesuai rencana, termasuk penyiapan lahan.

Corporate Communication Relations and CSR Pertagas, Elok Riani Ariza menyatakan, sejak seremoni First Welding di Kabupaten Siak pada 10 September 2020, proyek telah berjalan selama enam bulan.

Saat ini proyek yang dilaksanakan oleh Konsorsium PGASOL-PDC berjalan lancar dan sesuai dengan target.

Jalur proyek pipa Rokan sebagian besar menggunakan lahan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Kendati begitu, sagu hati diberikan pada warga yang asetnya berada di jalur tersebut.

Pemberian sagu hati, kata Elok, dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Diawali dengan kegiatan sosialisasi proyek Rokan kepada stakeholder dan warga.

Lalu dilanjutkan dengan inventarisasi atau pendataan tanam tumbuh dan bangunan. Berikutnya, bermusyawarah dan negosiasi dengan pemilik, dan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima sagu hati.

“Kami mengapresiasi dukungan dan kerjasama yang diberikan terkait dengan proses ini. Baik dari warga, pemerintah desa, dan aparatur pemerintahan, sehingga proses negosiasi dan pembuatan Berita Acara Serah Terima berjalan lancar,” ujar Elok.

Kendati begitu, Pertagas berharap dukungan terus diberikan para pihak agar proses konstruksi proyek ini dapat berjalan dengan lancar, dan segera memberi manfaat kepada negara, maupun masyarakat. Termasuk dukungan dari warga yang telah menerima sagu hati.

Elok menyatakan, bahwa Pertagas melakukan pengelolaan pembebasan lahan dengan prosedur ketentuan hukum dengan azas kehati-hatian dan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

”Kami terus berkoordinasi dengan para pihak yang terkait untuk memastikan proses yang berlangsung sesuai ketentuan berlaku.”ujarnya.

Proyek penggantian pipa minyak Rokan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk menjaga ketahanan produksi energi setelah alih kelola blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke Pertamina.

Ketahanan produksi minyak di Blok Rokan diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan performa lifting minyak nasional sebagai energi primer dalam upaya memajukan perekonomian nasional.

  • Bagikan