26 Video 105 Foto Viral Catut Nama SMK Tulungagung

Foto Sridevi Viral

MENIT.CO.ID – Sedang hangat diperbincangkan terkait 26 video 105 foto viral mencatut nama SMK di Tulungagung bocor melalui berbagai media sosial.

Penasaran seperti apa 26 video 105 foto viral catut nama SMK di Tulungagung? Berikut rangkuman berita yang sudah bertebaran melalui jejaring sosial media.

Belakangan ini warganet dihebohkan dengan beredarnya puluhan video dan foto diduga diperankan dua pelajar tingkat SMK di Tulungagung beredar di medsos dan aplikasi perpesanan.

Polisi mengaku telah menerima laporan dari orang tua korban. Polisi menyebut, ada dua laporan yang berbeda. Kedua pelapor berasal dari Kecamatan Campurdarat dan Kecamatan Boyolangu.

“Awalnya, ibu korban yang Campurdarat itu mengetahui informasi peredaran video melalui Facebook, namun pelapor masih belum tahu kalau pemerannya adalah anaknya,” jelas Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Tulungagung Ipda Fatahillah Aslam, Rabu (24/1/2024).

Tak lama setelah itu, orang tua korban mendapat kiriman video dari nomor tidak dikenal melalui aplikasi perpesanan. “Kemudian pelapor mengkonfirmasi ke anaknya dan ternyata diakui oleh anaknya,” imbuh Fatahillah.

Terkait kasus tersebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor. Rencananya polisi juga akan memanggil korban untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, peredaran puluhan foto dan video tersebut ramai menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet menyebut pemeran dalam video itu merupakan pelajar di Tulungagung.

Seperti dikutip dari detikJatim, setidaknya terdapat 26 video dan 20 foto viral disebarkan melalui aplikasi penyimpan daring. Dalam video itu, pemeran rata-rata menampilkan adegan tak senonoh.

Bahkan, di salah satu video itu, pemeran memakai seragam sekolah berlogo salah satu SMK negeri di Tulungagung.

Untuk memastikan ada/tidaknya unsur paksaan atau ancaman yang melatarbelakangi penyebaran video asusila itu, Fatahillah menyatakan pihaknya akan menggandeng ahli bahasa untuk menganalisa beberapa tulisan terduga pelaku yang dikirim dalam status akun medsos/WhatsApp, baik yang berupa kata gurauan atau ancaman.

Jika terbukti terduga sengaja menyebarkan video tersebut, maka dipastikan akan dijebloskan ke jeruji besi. “Ada dua pasal yang diterapkan, yaitu UU ITE dan UU Kekerasan Seksual,” katanya.