Badak Jawa Mati Ditangan Pemburu Liar, Ini Ulasan Lengkapnya

Badak Jawa Mati
Sejumlah petugas Balai Taman Nasional Ujung Kulon memeriksa bangkai badak cula satu (Rhinoceros sondaicus) di Pantai Karang Ranjang kasawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, Kamis (26/4). Setelah tim dokter hewan melakukan identifikasi, badak jantan tersebut diprediksi mati tiga hari sebelum ditemukan dan dari data rekam video saat ini populasi badak jawa tinggal 68 ekor terdiri dari 31 ekor badak jawa betina dan 37 ekor jantan. ANTARA FOTO/HO-TNUK/Af/aww/18.

MENIT.CO.ID – Enam ekor Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, mati ditangan pemburu liar pimpinan terdapat N yang kini sidang di PN Pandeglan, Baten.

Polda Banten baru saja menangkap pembeli dan perantara pembelian cula pada Badak Jawa. Berikut ini berita terkini tentang pemburuan liar Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.

“Jadi berdasarkan pengakuan N, bersangkutan sudah menembak mati enam badak di TNUK,” ujar AKBP Dian Setyawan, Wadireskrimum Polda Banten, di kantornya, Jumat, (26/04).

Pembeli badak cula satu berinisial W, seorang WNI yang tidak fasih berbahasa Indonesia. Dia sempat kabur ke China, usai ramainya pemberitaan mengenai pelucutan senjata api ilegal.

Nyaris setahun di China, dia kembali ke Jakarta kemudian pergi ke Surabaya, Jawa Timur. Hingga akhirnya bisa ditangkap Polda Banten.

“Sodara W tidak mengakui membeli cula tersebut, berdasarkan pemeriksaan bahwa yang hasil menerima cula itu W. Bukti percakapan di W, transfer dan di konfrontir penyidik, memang W yang menerima pembelian cula badak tersebut,” terangnya.

Harga Jual Cula Badak Jawa Ratusan Juta

Total, sudah ada tiga orang yang ditangkap, pelaku N persidangannya sudah berjalan di PN Pandeglang. Kemudian W, selaku pembeli. Selain itu, ada Y, berperan sebagai penghubung atau calo dari N ke W yang mendapatkan upah Rp 5 juta.

Pelaku Y melanjutkan peran bapaknya yang sudah almarhum sebagai penghubung penjualan cula Badak Jawa.

Berdasarkan penyidikkan Polda Banten, penjualan cula badak hasil perburuan ke satu hingga lima, dihargai Rp200 juta sampai Rp300 juta. Sedangkan cula keenam, di hargai Rp 525 juta. Uang itu dibayarkan langsung pembeli ke tersangka utama N.

“Dari enam itu, hasil penjualan cula nya, dijual antara Rp200 juta sampai Rp300 juta. Di cula ke enam, Y ketemu W, bertemu di ball room hotel Jayakarta, ada bukti transfer sebesar Rp 525 juta. Hasil penjualan, pelaku Y menerima uang Rp5 juta dan uang lainnya dikirim ke N yang sedang berproses di PN Pandeglang,” jelasnya.

Ditreskrimum Polda Banten tengah mendalami dan mengejar lima pemburu ilegal lainnya, yakni, Hs, Sa, Sd, It, dan Nr.

Peran Hs dan Sd, memotong cula Badak Jawa yang sudah mati ditembak dua kali oleh kawanan pemburu liar pimpinan N.

“Pelaku dikenakan Pasal 40 ayat 2, juncto Pasal 21 ayat 2, Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Dengan ancaman 5 tahun penjara,” tegasnya.

Harta Karun Indonesia yang Terancam Punah

Badak Jawa, atau Rhinoceros sondaicus, merupakan salah satu mamalia paling langka di dunia. Dengan hanya tersisa sekitar 75 individu di alam liar, badak ini diklasifikasikan sebagai Sangat Terancam Punah oleh IUCN.

Habitat dan Ciri-ciri

Badak Jawa dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon di Jawa Barat dan Taman Nasional Cilegon di Banten. Mereka lebih menyukai habitat hutan hujan dataran rendah dan rawa, meskipun beberapa individu juga ditemukan di daerah pegunungan.

Badak Jawa memiliki ciri khas kulit bermosaik tebal yang menyerupai baju baja, serta satu cula di atas hidung mereka yang biasanya berukuran kurang dari 20 cm.

Ancaman dan Upaya Pelestarian

Perburuan liar untuk culanya, yang digunakan dalam pengobatan tradisional Cina, merupakan ancaman utama bagi kelangsungan hidup badak Jawa. Habitat yang semakin sempit dan fragmentasi populasi juga menjadi faktor yang memperburuk.

Upaya pelestarian yang dilakukan untuk menyelamatkan badak Jawa antara lain:

  • Penegakan hukum: Meningkatkan patroli dan penjagaan di taman nasional untuk mencegah perburuan liar.
  • Relokasi: Memindahkan badak ke habitat baru untuk meningkatkan populasi dan mengurangi risiko kepunahan lokal.
  • Pembiakan di penangkaran: Mengembangkan program pembiakan di penangkaran untuk meningkatkan jumlah individu.
  • Pendidikan dan Peningkatan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian badak Jawa dan habitatnya.

Masa Depan Badak Jawa

Masa depan badak Jawa masih terancam, namun dengan upaya pelestarian yang berkelanjutan, spesies ini berpotensi untuk pulih.

Mari kita bersama-sama melindungi harta karun Indonesia ini!