Biodata Henri Alfiandi, Kepala Basarnas Tersangka KPK

Biodata Henri Alfiandi

MENIT.CO.ID – Apakah Anda sedang mencari Biodata Henri Alfiandi, Kepala Basarnas yang resmi jadi tersangka KPK? Berikut ini Biodata Henri Alfiandi.

Henri Alfiandi, merupakan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dari tahun 2021 hingga 2023. Ia lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 24 Juli 1965.

Henri Alfiandi lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU) pada tahun 1988 dan langsung bertugas di TNI Angkatan Udara.

Karier militer Henri Alfiandi cukup cemerlang, dan pernah menduduki berbagai jabatan penting di TNI Angkatan Udara, termasuk Komandan Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) dan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (Asops Kasau).

Pada 4 Februari 2021, Henri Alfiandi dilantik sebagai Kepala Basarnas oleh Presiden Joko Widodo. Di bawah kepemimpinan Henri Alfiandi, Basarnas berhasil melakukan berbagai operasi pencarian dan pertolongan yang berhasil menyelamatkan banyak korban jiwa.

Namun, pada 17 Juli 2023, Henri Alfiandi diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Basarnas oleh Presiden Joko Widodo.

Pemberhentian ini terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan alat deteksi korban reruntuhan.

KPK Tetapkan Henri Alfiandi Tersangka Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah menetapkan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan barang di Basarnas pada rentang waktu 2021-2023.

Penetapan tersangka terhadap perwira bintang tiga itu merupakan buntut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

Henri menjadi tersangka bersama Letkol Arif Budi Cahyanto yang merupakan Koordinator Staf Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas.

Selain itu, ada 3 pihak swasta yang ikut menjadi tersangka. Mereka adalah MG Komisaris Utama PT MGCS; MR Direktur Utama PT IGK; dan RA Direktur Utama PT KAU.

Kasus suap diduga terkait dengan pemenangan sejumlah proyek di Basarnas. Salah satunya pengadaan alat deteksi korban reruntuhan. Tender proyek itu dilakukan pada 2023.

Kasus ini terbongkar dari OTT KPK yang digelar pada Selasa, 25 Juli 2023 lalu, di Jakarta dan Bekasi. Adapun Henri tidak termasuk dalam pihak yang diamankan dalam OTT KPK tersebut. Berikut profil Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi.

Profil dan Biodata Henri Alfiandi

Henri Alfiandi, adalah Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) ke-15. Ia menjabat dari 4 Februari 2021 hingga 17 Juli 2023.

Henri Alfiandi lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 24 Juli 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1988 dan berdinas di TNI Angkatan Udara selama 35 tahun.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Basarnas, Henri Alfiandi pernah menjabat sebagai Asisten Operasi dan latihan (Asops) Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).

Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adi Sutjipto, dan Komandan Wing Udara 4.

Henri Alfiandi merupakan lulusan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) tahun 2000 dan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) tahun 2008. Ia juga merupakan lulusan Lemhannas tahun 2014.

Henri Alfiandi adalah seorang perwira TNI Angkatan Udara yang berprestasi. Ia pernah mendapatkan berbagai penghargaan.

Di antaranya Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun, Satya Lencana Kesetiaan 16 Tahun, Satya Lencana Kesetiaan 24 Tahun, Satya Lencana Kesetiaan 32 Tahun, dan Bintang Yudha Pratama.

Henri Alfiandi adalah seorang perwira TNI Angkatan Udara yang berdedikasi tinggi dan memiliki pengalaman yang luas di bidang pencarian dan pertolongan.

Ia bertekad untuk meningkatkan kinerja Basarnas dan menjadikannya sebagai organisasi pencarian dan pertolongan yang profesional dan terpercaya.