Fakta Kebakaran Pabrik Sandal di Kapuk Muara Jakarta Utara

Kebakaran Pabrik Sandal

MENIT.CO.ID – Fakta kebakaran pabrik sandal di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara tersaji secara lengkap melalui berita peristiwa berikut ini.

Sebuah pabrik sandal mengalami insiden kebakaran hebat di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api.

Kebakran pabrik sandal terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, Jumat (15/9) kemarin. Awalnya, ada 10 mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi.

Namun, jumlah itu terus bertambah karena api terus membesar. Bahkan sampai membuat 12 orang mengalami luka akibat dampak kebakaran pabrik sandal.

Berikut adalah beberapa fakta kebakaran pabrik sandal di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara yang berhasil Menit News kutip dari deticom, Sabtu (16/9/2023):

1. Ratusan Petugas Damkar Dikerahkan

Pihak Damkar awalnya mengerahkan 20 unit mobil damkar dan 100 personel ke lokasi kebakaran.

“Sebanyak 20 unit (18 unit Jakarta Utara dan 2 unit Jakarta Barat) serta 100 personel sudah dikerahkan untuk melakukan pemadaman,” tulis akun Instagram humasjakfire, Jumat (15/9).

Petugas tampak berjuang memadamkan api yang membakar pabrik. Asap hitam tampak membubung tinggi.

Jumlah petugas dan mobil kebakaran yang dikerahkan terus bertambah. Pada pukul 16.00 WIB, ada 33 unit mobil damkar yang dikerahkan memadamkan api.

2. Kesulitan Akses dan Air

Petugas Damkar mengaku kesulitan memadamkan api di pabrik itu. Kesulitan antara lain dipicu akses yang sempit.

“Saat ini kami masih terkendala dengan akses masuk yang sulit,” kata Kasiop Gulkarmat Sudin Jakut, Abdul Wahid, di Penjaringan.

Dia mengatakan petugas juga kesulitan mengambil air. Menurutnya, air dari sumber terdekat juga sulit disedot.

“Teman-teman dari masyarakat yang ini membantu, sumber air walaupun dekat tapi agak sulit tersedot,” katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

3. Duga Banyak Bahan Mudah Terbakar

Dia mengatakan petugas langsung meluncur saat mendapat laporan kebakaran. Namun, petugas sulit untuk masuk ke area yang terbakar.

“Memang kami kesulitan masuk,” ucapnya.

Dia juga menduga ada bahan-bahan plastik hingga karet di dalam pabrik yang terbakar itu. Dia mengatakan hal itu membuat asap sangat tebal.

“Dari pengalaman kami sebelumnya, aada bahan-bahan seperti plastik, karet, dan bahan-bahan kimia lainnya. Namanya pabrik, sehingga asapnya bercampur seperti ini. Sangat terasa di pandangan dan penciuman,” ujarnya.

4. Blokir Api Agar Tak Merambat ke Permukiman

Petugas Damkar menyatakan telah memblokir api agar tak merambat ke permukiman. Dia mengatakan upaya itu dilakukan agar tak ada rumah warga yang terbakar.

“Kita sudah berhasil memblokir perambatan api dari utara ke selatan. Karena sisi selatan berbatasan langsung dengan permukiman warga. Di belakang di posisi selatan sudah bisa kami blokir. Agar kebakaran tidak merambat ke permukiman,” ujarnya.

5. 12 Orang Terluka Dalam Kebakaran Pabrik Sandal

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan dugaan sementara kebakaran itu berawal dari korsleting listrik. Kejadian ini juga membuat setidaknya 12 orang dilaporkan mengalami luka.

“Dugaan sementara konsleting listrik,” kata Isnawa Adji dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/9/2023).

Berikut ini data korbannya:

1. Warga luar (luka ringan)
Kondisi : Terkena pecahan kaca dan sudah dibawa ambulan swasta

2. Warga luar (luka ringan)
Kondisi : Mimisan dan langsung pulang meninggalkan TKP

3. Nama : Iqbal (28 tahun) (luka ringan)
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Pedagang Warung
Alamat : Jl Kapuk Muara RT 10 RW 004, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan
Kondisi : Sesak nafas dan sudah ditangani AGD Dinkes

4. Nama : Nurdin (43 tahun)
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Security PT Porto
Alamat : Jl Daanmogot Gg. 17 Gang Cemara Kampung Buaran, RT 001 RW 008, Kalideres, Jakarta Barat
Kondisi : Lemas dan sesak nafas, sudah ditangani PMI dan AGD

5. Nama : Wawan (42 tahun)
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Security PT Porto
Alamat : Jl Kapuk Kebon Jahe, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat
Kondisi : Sesak nafas dan sudah ditangani PMI

6. Robi (17 tahun)
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Relawan Damkar Wilayah Tambora
Alamat : Krendang, Kecamatan Tambora
Kondisi : Sesak nafas dan dibawa ke Puskesmas Kecamatan Penjaringan

7. Nama : Dewa Bisma (51 tahun)
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Security PT Porto
Kondisi : Darah tinggi kambuh dan sudah ditangani AGD dan PMI

8. Nama : Dedi (42 tahun)
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Security PT Porto
Kondisi : Pusing kurang istirahat dan sudah ditangani PMI dan AGD

9. Nama : Andika Hakiki (26 tahun)
Jenis kelamin : Laki-laki
Kondisi : Sesak nafas dan sudah ditangani AGD dan PMI

10. Nama : Hafiz (30 tahun)
Jenis kelamin : Laki-laki
Kondisi : Luka bakar dan sudah diberikan salep luka bakar

11. Nama : Singgih (27 tahun)
Jenis kelamin: Laki-laki
Pekerjaan : Karyawan PT Porto
Kondisi : Kram dan sudah diberikan counterpain hot

12. Nama : Dimas (31 tahun)
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Petugas Damkar
Kondisi : Luka sobek di bagian jari tengah dan sudah diberikan plester cepat/hansaplast

6. Hampir 20 Jam Kebakaran Belum Padam

Proses pemadaman kebakaran pabrik sandal di Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), belum selesai. Hari berganti, pemadam kebakaran (damkar) masih berupaya untuk memadamkan api di lokasi.

“Untuk situasi saat ini sedang tahapan penuntasan api, dikarenakan masih sering menyala di saat proses pendinginan,” ucap Isnawa Adji saat dihubungi pukul 06.29 WIB, Sabtu (16/9/2023).

Kebakaran pabrik sandal yang berada di RT 05 RW 04, Kapuk Muara, Penjaringan, ini dilaporkan terjadi pukul 11.30 WIB siang kemarin. Artinya, hingga pagi ini sudah hampir 20 jam proses pemadaman masih belum selesai.

Tim pemadam telah mengerahkan sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Ada 180 personel yang membantu proses pemadaman.