Heboh Penangkapan Selebgram Palembang Bandar narkoba

Selebgram Palembang Bandar narkoba

MENIT.CO.ID – Sedang heboh penangkapan selebgram Palembang bandar narkoba di media sosial. Penasaran siapa orangnya? Ini sosok selengram palembang bandar narkoba.

Penangkapan APS alias Adelia Putri Salma, Selebgram Palembang bandar narkoba benar-benar membuat publik terkejut dan sampai penasaran dengan sosoknya.

Polri berhasil mengungkap sindikat jaringan narkoba internasional. Kali ini terduga bandar narkoba adalah seorang selebgram Palembang bernama Adelia Putri Salma.

Apa peran Adelia Putri Salma dalam kasus narkoba ini? Ternyata suami Adelia Putri Salma yang bernama Khadafi alias David, telah terlibat dalam pengendalian narkoba dari balik penjara.

Suami selebgram Palembang dikabarkan masih mengatur arus peredaran narkoba meski tubuhnya masuk dalam jeruji penjara karena kasus yang sama.

Mengutip dari berbagai sumber, Kombes Erlin Tangjaya, Direktur Direktorat Narkoba (Ditnarkoba) Polda Lampung, fakta ini telah dikonfirmasi bahwa Khadafi alias David masih memiliki peran dalam peredaran narkoba.

“Iya, masih (mengendalikan peredaran narkoba),” ujar Erlin di Mapolda Lampung, Rabu (30/8/2023).

Namun, informasi terperinci mengenai apakah pengendalian ini berlangsung ketika David ditahan di Lapas Kelas I Palembang atau saat di Nusakambangan masih belum dijelaskan secara resmi.

Yang pasti, David telah dipindahkan ke beberapa Lapas sejak tanggal 26 Juni 2023, mulai dari Lapas Karanganyar Nusakambangan hingga Lapas Narkotika Bandar Lampung.

Erlin juga menambahkan bahwa sejumlah individu telah dimintai keterangan oleh penyidik Ditnarkoba Polda Lampung, termasuk David. “Sudah (diperiksa), ada beberapa orang juga yang dimintai keterangan,” tambahnya.

Kehadiran APS dalam sorotan publik sebelumnya berasal dari dugaan keterlibatan dalam penyembunyian aset milik suaminya yang terlibat dalam peredaran narkotika. APS sendiri adalah istri dari David, terpidana kasus narkoba yang saat ini mendekam di Lapas Nusa Kambangan.

Informasi dari Ditnarkoba Polda Lampung mengungkapkan bahwa David telah mengirim sekitar 10 kilogram sabu-sabu dari seseorang bernama Fajar Reskianto.

Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika, menambahkan bahwa APS diduga menerima aliran dana dari transaksi sabu-sabu jaringan internasional. “Iya, kita menduga aliran dana itu dibelikan barang-barang, asalnya dari transaksi narkoba,” ujar Helmy.

Namun, Koordinator Lapas se-Nusakambangan, Mardi Santoso, dengan tegas membantah kabar bahwa David masih mengendalikan narkoba dari dalam Lapas super maksimum security.

Menurutnya, hal ini tidak mungkin terjadi di Lapas dengan sistem keamanan ketat seperti Lapas Karanganyar Nusakambangan.

Walau begitu, David telah dipindahkan ke Lapas Narkotika Bandar Lampung untuk mempermudah proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Lampung.

Pemindahan ini terjadi setelah beberapa tahap pemindahan sebelumnya, dimulai dari Lapas Kelas I Palembang, dilanjutkan ke Lapas Karanganyar Nusakambangan, dan akhirnya ke Lapas Narkotika Bandar Lampung.

Kisah ini terus menggeliat sebagai bagian dari pengungkapan jaringan narkoba yang melibatkan Mabes Polri hingga lembaga penegak hukum di berbagai negara.

Kasus ini semakin mengguncang lapisan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengendalian peredaran narkoba dari dalam jeruji Lapas.