Ini Kyai Fahmi, Sosok Pria di Video Viral Jemaah Tukar Pasangan

Kyai Fahmi, Sosok Pria di Video Viral Jemaah Tukar Pasangan

MENIT.CO.ID – Nama Kyai Fahmi sedang menjadi sorotan publik setelah muncul video viral jemaah boleh tukar pasangan meski bukan suami istri.

Kyai Fahmi diduga sebagai sosok pimpinan aliran sesat yang memperbolehkan jemaahnya tukar pasangan dengan jaminan surga meski bukan suami istri.

Kabar yang berhembus sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber pada, Selasa (27/2/2024), pimpinan aliran sesat tersebut berada di daerah Blitar, Jawa Timur.

Baru-baru ini, beredar video seorang pria yang diidentifikasi sebagai Kyai Fahmi tengah berdakwah di depan jemaahnya.

Dalam video tersebut, Kyai Fahmi mencetuskan ajaran yang kontroversial, yaitu kebebasan untuk bertukar pasangan.

“Di sini bebas, ganti siapa saja boleh. Dari aturan kita, beda jenis kelamin pun boleh,” ujar Kyai Fahmi dalam video yang diunggah akun Twitter @kikir pada Selasa (27/2/2024).

“Senang dengan senang, biarpun bukan suami istri, bebas, yang penting suka sama suka,” lanjutnya.

Kyai Fahmi menegaskan bahwa ajarannya ini tidak ada di agama lain. Pernyataan ini sontak menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk netizen yang menonton videonya.

“Kok bisa ya aliran-aliran begini muncul? Apa pertanda akhir zaman makin dekat?” tulis akun @akujeppp.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, terdapat informasi bahwa video tersebut diduga hanya settingan belaka.

Kyai Fahmi dikabarkan bukan pemimpin aliran sesat, melainkan seorang praktisi terapi alternatif yang menawarkan jasa ruqyah, bekam, totok pijat, dan menghilangkan sihir.

Terlepas dari kebenaran video tersebut, ajaran yang disampaikan Kyai Fahmi jelas bertentangan dengan norma agama dan moralitas.

Perilaku gonta-ganti pasangan, baik atas dasar suka sama suka maupun tidak, tidak dibenarkan dalam agama manapun.

Masyarakat perlu berhati-hati terhadap ajaran-ajaran yang menyesatkan dan menjerumuskan ke dalam perbuatan dosa.

Selalu periksa kebenaran informasi dan ajarkan nilai-nilai agama dan moral kepada generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif.