Inilah 2 Perusahaan Farmasi Produksi Obat Tidak Penuhi Standar

Perusahaan Farmasi

Menit.co.id PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries merupakan 2 perusahaan farmasi yang produksi obat tidak penuhi standar.

PT Yarindo Farmatama merupakan perusahaan farmasi yang berdiri di Serang, Banten. Dalam kurun waktu lebih dari 5 tahun, Yarindo Farmatama tubuh lebih dari 50% per tahun.

PT Universal Pharmaceutical Industries adalah satu dari dua perusahaan farmasi yang produksi obat tidak penuhi standar ini berdiri di Kota Medan, Sumatera Utara.

Dua perusahaan farmasi yang di duga sebagai pemicu gagal ginjal akut pada anak sedang mendapatkan sanksi dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Keberadaan dua nama perusahaan Industri farmasi tersebut juga terancam pidana 10 tahun dan denda paling banyak 1 miliar karena memproduksi obat tidak penuhi standar.

Menurut keterangan pers BPOM RI, perusahaan Yarindo Farmatama di sebut menggunakan bahan baku yang tidak memenuhi syarat dan dengan cemaran etilen glikol (EG) di atas ambang batas aman.

Sehingga produk menjadi tidak memenuhi persyaratan. Yarindo Farmatama juga di anggap tidak melakukan kualifikasi pemasok supplier bahan baku obat.

Termasuk tidak melakukan penelitian bahan baku obat untuk parameter cemaran EG dan dietilen glikol (DEG). Produk Flurin DMP Sirup, terbukti menggunakan bahan baku propilen glikol.

“Mengandung etilen glikol sebesar 48 mg/ml, di mana syaratnya harus kurang dari 0,1 mg/ml,” kata Kepala BPOM RI Penny K Lukito dalam konferensi pers hasil penindakan industri farmasi.

Sebagai upaya tindak lanjut, BPOM RI sudah mencabut izin edar maupun produksi obat sediaan oral dan cairan. Sanksi lain juga jatuh kepada PT Universal Pharmaceutical Industries.

Yarindo Farmatama sendiri merupakan anak perusahaan Fahrenheit. Ide melahirkan Yarindo Farmatama muncul di tahun 1998 ketika terjadi krisis keuangan.

Saat itu Fahrenheit melihat adanya pergeseran kebutuhan pasar dari generik bermerek ke pasar generik yang lebih rendah.

Melihat ini sebagai peluang, Fahrenheit memutuskan untuk memasuki pasar tersebut dengan mendirikan perusahaan manufaktur generiknya, PT Yarindo Farmatama.