Jumlah Korban Kanjuruhan: 330 Luka dan 125 Orang Mati

Jumlah Korban Kanjuruhan

Menit.co.id – Jumlah korban Kanjuruhan pada kerusuhan laga pertandingan Persebaya vs Arema FC beberapa hari lalu sebanyak 330 luka-luka dan 125 orang mati.

Ini sejarah baru bagi dunia sepaka bola. Menjadikan Indonesia urutan kedua peristiwa duka pada dunia sepak bola. Penonton tewas bukan baku hatam, melainkan sesak napas karega gas air mata.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengatakan data Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) terkait jumlah korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10) malam.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan data tersebut di perbaharui pukul 15.30 WIB. “Jumlah korban 455 orang,” kata Dedi saat di konfirmasi, Senin (3/10).

Dedi merincikan, penambahan ada di korban luka ringan, yang sebelumnya 304 orang menjadi 309 orang. Sedangkan, jumlah korban meninggal dunia tetap 125 orang sesuai data sebelumnya.

“Korban meninggal dunia 125 orang, korban luka berat 21 orang, korban luka ringan 309 orang,” ucapnya.

Data Lengkap Jumlah Korban Kanjuruhan

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang juga merilis jumlah korban meninggal ada sebanyak 125 jiwa.

Data lengkap korban kerusuhan stadion Kanjuruhan: Kabupaten Malang sebanyak 69 korban. Kota Malang 29 korban; Kota Batu 1 korban; Blitar 6 orang; dan Magetan 1 orang.

Kemudian, berasal dari Gresik 1 orang; Pasuruan 5 orang; Probolinggo 3 orang; Trenggalek 1 orang; Tulungagung 8 orang; dan tidak teridentifikasi 1 orang.

“Jenazah korban sudah kami antar ke rumah duka masing-masing,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo.

Kerusuhan di stadion Kanjuruhan pecah usai Arema FC mengalami kekalahan saat bertanding melawan Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, Sabtu (1/10).

Kerusuhan itu tidak terelakkan saat Aremania turun ke lapangan untuk menyampaikan protes.

Berusaha mengendalikan situasi, jajaran pengamanan menembaki gas air mata ke beberapa arah kerumunan suporter, bahkan ke beberapa tribune yang masih banyak suporter Aremania.

Kondisi akhirnya menjadi semakin mencekam karena banyak suporter yang terinjak-injak hingga sesak napas akibat gas air mata yang mengarah ke tribun stadion.