Ledakan di Mako Brimob Surabaya, 10 Personel Polri Terluka

Ledakan di Mako Brimob Surabaya

MENIT.CO.ID – Sebuah ledakan terjadi di Mako Brimob Polda Jawa Timur, Surabaya, pada hari Senin, 4 Maret 2024, sekitar pukul 10.30 WIB. Ledakan tersebut menyebabkan 10 personel Polri terluka.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Imam Sugianto, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa ledakan terjadi saat anggota Brimob sedang melakukan latihan disposal bom.

Dalam keterangan resminya, Kapolda Jawa Timur Irjen Imam Sugianto menjelaskan kronologi ledakan di Mako Brimob Surabaya. Berikut kronologi lengkapnya:

Sekitar pukul 09.30, tim dari Gegana tengah mengadakan latihan di TKP. Tiba-tiba, sekitar pukul 10.05, ledakan terjadi di gudang penyimpanan bahan peledak.

Bahan peledak terdiri atas beberapa barang temuan. Salah satunya bahan peledak bondet, bahan peledak untuk bon ikan yang rencananya akan didisposal.

Di gudang itu juga terdapat seperti black powder serbuk petasan kurang lebih 1 kilogram. Sekitar pukul 13.45, ledakan kedua terjadi dan sempat mengeluarkan asap.

Kapolda menyampaikan bahan peledakan digunakan tim Jibom, manakala kewilayahan menemukan atau menyita barang peledak atau temuan dari masyarakat atau temuan barang-barang lama yang tidak digunakan.

”Jadi, bahan peledak itu diserahkan ke Jiandak kemudian dimusnahkan. Dengan menggunakan bahan powder, black powder, dan bahan peledak lain, serbuk arang dan potasium flotat,” terang Imam polisi dengan dua bintang itu.

Kapolda Jatim memaparkan dampak ledakan di Markas Detasemen Gegana, Satbrimob Polda Jatim Jalan Gresik, Krembangan, Surabaya.

Dia sebutkan ada 10 korban mengalami luka akibat ledakan bahan peledak yang disimpan di markas tersebut.

“Dampak dari ledakan ini ada korban anggota kami, 10 luka ringan. Kenapa anggota kami jadi korban, karena dari gudang untuk menyimpan bahan peledak ke tempat latihan jaraknya dekat sekitar 10 meter,” katanya.

Dia menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi. Pada saat ledakan itu terjadi, ada sebanyak 15 orang anggota Gegana yang sedang melakukan latihan olah TKP pasca-kejadian ledakan.

“Kebetulan anak buah kami ada 15 yang sedang latihan olah TKP pasca-ledakan di kontainer, data center, jaraknya sekitar 10 meter dari gudang.”

“Kami lihat ke TKP tadi kaca-kacanya pecah, efek kaca itu semburan ke dalam mengenai anggota yang sedang latihan. Yang 5 tidak apa-apa, yang 10 kena pecahan kaca. Semuanya luka ringan dan sudah ditangani di RS Bhayangkara,” pungkasnya.