Pembunuhan Brigadir J dan Motif Jebakan Psikologis Ferdy Sambo

Mahfud MD Kawal Pembunuhan Brigadir J

Menit.co.id – Kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat perlahan semakin terbongkar usai pengakuan demi pengakuan mencuat.

Ini terlihat dari keseriusan Polri dalam mengusut tuntas kasus kematian Brigadir J. Setidaknya sudah empat orang resmi menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Salah satunya Irjen Pol Ferdy Sambo yang di duga sebagai otak di balik peristiwa fenomenal polisi saling tembak di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat 8 Juli 2022.

Dari rangkaian itu, Mahfud MD menduga FS berupaya menerapkan jebakan psikologis. Pertama FS mengundang Komisi Kepolisian Nasional pada Senin datang ke kantornya.

Kedua FS juga mengundang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM.

“Hari Senin Kompolnas di undang Ferdy Sambo ke kantornya. Hanya untuk apa? Hanya untuk nangis-nangis di depan Kompolnas,” kata Menko Polhukam pada Sabtu, 13 Agustus 2022.

Mahfud MD menilai jika FS berupaya melakukan pengkondisian psikologis. Kondisi di ciptakan agar ada yang pihak lain yang membela orang yang teraniaya.

Semula Kompolnas dan Komnas HAM percaya.

“Kak saya di zalimi kak, terus saya tanya apa itu benar? Benar,” ucap Mahfud MD memperagakan cara bicara FS, ketika menjadi bintang tamu pada podcast Deddy Corbuzier.

Adapun dua orang lain yang mendapat perlakuan yang sama. Yakni beberapa anggota DPR turut di hubungi Ferdy Sambo, meskipun tidak menjawab saat hendak di konfirmasi.

“Saat saya telepon, tidak di angkat,” ujarnya.

Pria kelahiran 1957 itu mengaku, baik Kompolnas dan Komnas HAM sudah ia panggil untuk rapat membahas peristiwa yang menimpa Brigadir J.

Menurutnya, saat rapat masih ada kerangka berpikir bahwa memang terjadi pelecehan, penzaliman, sehingga Brigadir J oleh Bharada E.

“Itu skenarionya seperti itu. Itu tidak masuk akal, tidak ada kaitan satu dengan kaitan lainnya,” jelasnya.

Karena itu, Mahfud MD menyarankan untuk mengganti perseptif bahwa peristiwa yang menimpa Brigadir J bukan karena pelecehan. “Tapi sesuatu terjadi,” ungkapnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS