Penahanan Bambang Tri Mulyono Membuat Posisi Jokowi Terpojok

Penahanan Bambang Tri Mulyono

Menit.co.id – Penahanan Bambang Tri Mulyono membuat Jokowi terpojok. Hal ini menurut pandangan Direktur Eksekutif KP3 Indonesia, Tomu Pasaribu.

Menurut Tomu Pasaribu, seharunya Polri tdak melakukan pehanan Bambang Tri Mulyono, agar dapat mempertanggungjawabkan gugatannya.

Gugatan terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo di Pengadilan pada tanggal 18 Oktober 2022 nanti, bisa menjadi bukti benar atau salah.

Tomu Pasaribu merespons dugaan publik bahwa dengan penangkapan Bambang Tri Mulyono, mengindikasikan Polri mendapat perintah Presiden Jokowi.

Hal ini, menurut Tom, justru dapat memperkeruh suasana, yang seolah-olah Polri ada ketakutan.

“Padahal, Pak Jokowi santai saja menghadapi Bambang Tri dan sikap Polri justru membuat posisi Pak Jokowi jadi terpojok,” ujarnya mengutip Monitor Indonesia, Kamis (13/10).

Polri, lanjut Tom, seharusnya mendinginkan situasi jangan memperkeruh situasi. Apalagi Polri saat ini sedang mendapat cobaan bertubi-tubi, dengan kasus pembunuhan Brigadir J, kasus 303, narkoba dan gas air mata kadaluwarsa dan lain sebagainya.

“Seharusnya Polri membuat situasi adem, toh kasus ijazah palsu bukan tindak pidana. Tunggu saja proses dan putusan inkrah dari pengadilan,” ungkapnya.

Untuk itu, Tom yang juga sebagai Praktisi Hukum Tata Negara, menyarankan sebaiknya Polri menangguhkan penahanan terhadap penulis buku Jokowi Undercover itu.