Polda Jawa Barat Siap Hadapi Praperadilan Pegi Setiawan Terkait Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Polda Jawa Barat Siap Hadapi Praperadilan Pegi Setiawan Terkait Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Polda Jawa Barat Siap Hadapi Praperadilan Pegi Setiawan Terkait Kasus Pembunuhan Vina Cirebon.

MENIT.CO.ID – Nama Pegi Setiawan alias Perong belakangan ini masih menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menyatakan kesiapan menghadapi praperadilan dari otak pelaku utama kasus pembunuhan Vina dan Ekky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2016.

Namun, hingga kini, mereka belum menerima pemberitahuan resmi mengenai sidang praperadilan tersebut.

“Kami belum menerima surat pemberitahuan terkait praperadilan. Namun, jika ada praperadilan, itu adalah hak tersangka,” ujar Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, saat di Mapolda Jabar belum lama ini.

Surawan juga mempersilakan tersangka untuk mengajukan praperadilan dan menegaskan kesiapan pihaknya untuk menghadapi proses tersebut. “Silakan saja untuk melakukan praperadilan, nanti akan kami hadapi,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan salah tangkap dari salah satu terpidana, Saka Tatal, Surawan menegaskan bahwa semua bukti telah diuji di pengadilan hingga tingkat kasasi.

“Keterangan dari para pelaku sudah diuji oleh pengadilan hingga tingkat kasasi, jadi saya kira tidak perlu dipersoalkan lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Jawa Barat menampilkan sosok Pegi Setiawan, alias Perong, alias Robi Irawan, sebagai pelaku utama pembunuhan Vina dan Ekky di Cirebon tahun 2016.

Pegi Setiawan, yang mengenakan baju tahanan biru dan diborgol, diperlihatkan di hadapan media di Mapolda Jabar pada Minggu (26/5/2024).

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Jules Abraham Abast, bersama Kombes Pol Surawan turut hadir dalam acara tersebut.

Kombes Pol Surawan memastikan bahwa Pegi Setiawan adalah pelaku utama berdasarkan pemeriksaan identitas dan STNK sepeda motor yang digunakan saat kejadian.

“Kami yakin bahwa PS adalah pelakunya, STNK sepeda motor yang digunakan saat kejadian sudah diamankan. Kami juga memeriksa kartu keluarga, ini adalah Pegi Setiawan,” ujar Surawan.

Kata Polisi Pegi Setiawan Rubah Identitas Jadi Robi

Pegi Setiawan (28), alias Perong, yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon, diketahui sempat mengganti identitasnya menjadi Robi.

Suharsono (40), rekan kerja Pegi di Bandung sekaligus tetangga di Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, mengungkapkan bahwa Robi sebenarnya adalah nama adik kandung Pegi.

“Hal ini aneh karena Robi itu adalah adik Pegi. Saat itu, Robi juga berada di Bandung,” kata Suharsono, yang akrab disapa Bondol, pada Minggu (26/5/2024).

Bondol menegaskan bahwa Pegi tidak pernah menggunakan nama Robi sebagai identitas barunya. “Jadi Pegi ini bukan ganti nama, tapi adiknya memang bernama Robi. Semua ada di Bandung saat itu,” jelasnya.

Pengungkapan ini menambah kerumitan kasus Pegi Setiawan, yang saat ini menjadi tersangka pembunuhan dan pemerkosaan Vina dan Eki pada tahun 2016. Pihak berwenang kini perlu mengevaluasi kembali informasi yang mereka miliki terkait identitas Pegi selama pelariannya.

Sebelumnya, Bondol menyatakan keyakinannya bahwa Pegi bukan pelaku pembunuhan Vina dan Eki pada tahun 2016. “Saya, sebagai teman kerja buruh bangunan dan tetangga kampung, tidak yakin dengan penetapan Pegi Setiawan sebagai pelaku pembunuhan. Saya yakin Pegi adalah korban salah sasaran atau salah tangkap,” ujar Bondol.

Menurut Bondol, pada tanggal 21 Agustus 2016, Pegi mengajaknya bekerja di Bandung. “Kebetulan saya sedang menganggur, jadi saya menerima tawaran itu,” ucapnya. Setibanya di Bandung, mereka bergabung dengan Parman (paman Pegi) dan Ibnu (saudara), serta Robi (adik Pegi).

Selama di Bandung, Bondol bekerja sebagai buruh bangunan hingga tanggal 27 Agustus 2016. Pada hari itu, Bondol memutuskan untuk pulang ke Cirebon karena tidak betah.

“Saya pulang diantar Pegi, Ibnu, dan Robi sampai jalan raya. Pas angkot datang, saya naik jurusan Leuwipanjang sekitar jam 8 malam,” jelasnya.

Setelah sampai di Leuwipanjang, Bondol melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Cirebon dan tiba sekitar pukul 11 malam. “Saya turun di bawah jembatan (ruas Tol Palikanci) KM 202 atau di jembatan Talun,” katanya.

Di sana, Bondol melihat keramaian yang ternyata merupakan lokasi pembunuhan Vina dan Eki. Awalnya, ia menduga peristiwa itu adalah kecelakaan lalu lintas.

Beberapa hari kemudian, Bondol mendengar kabar bahwa Pegi sedang dicari polisi sebagai pelaku pembunuhan. “Di rumah Pegi, ibunya cerita kalau Pegi pelakunya. Saya kaget, karena pada tanggal 27 Agustus 2016 itu, Pegi ada di Bandung,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tidak mungkin Pegi bisa kembali ke Cirebon dan melakukan pembunuhan pada hari yang sama.

Dengan kesaksian ini, Bondol berharap pihak berwenang meninjau kembali penetapan Pegi sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki. “Tidak logis kalau Pegi ditetapkan sebagai tersangka karena pada hari kejadian dia tidak ada di Cirebon,” tegas Bondol.

Sebelumnya, Polda Jabar menggelar konferensi pers pada Minggu (26/5/2024) mengenai kasus pembunuhan Vina dan Eki tahun 2016. Dalam konferensi pers tersebut, Polda Jabar menetapkan Pegi Setiawan alias Perong sebagai tersangka tambahan setelah sempat mengganti identitasnya menjadi Robi.

Pada tahun 2016, polisi telah menangkap delapan tersangka yang kini menjalani hukuman seumur hidup. Mereka adalah Eko Ramdani bin Kosim, Hadi Saputra Kasanah, Jaya bin Sabdul, Eka Sandy bin Muran, Supriyanto bin Sutadi, Sudirman, dan Rivaldy Aditiya Wardhana alias Ucil bin Asep Kusnadi.

Satu pelaku lainnya, Saka Tatal, telah bebas karena masih di bawah umur pada saat kejadian dan hanya menjalani hukuman delapan tahun penjara.

Dalam konferensi pers tersebut, Polda Jabar juga mengklarifikasi bahwa jumlah buron dari kasus ini adalah satu orang, yakni Pegi Setiawan atau PS, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.