Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Sambut Anggota Baru Keluarga, Siapakah Lily?

Anak Adopsi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

MENIT.CO.ID – Pasangan selebriti ternama, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, baru-baru ini mengejutkan publik dengan kehadiran seorang bayi perempuan bernama Lily.

Kehadiran Lily di tengah keluarga mereka sontak menuai berbagai pertanyaan dan spekulasi. Hingga saat ini, Raffi dan Nagita masih belum memberikan klarifikasi resmi terkait status Lily.

Namun, melalui unggahan media sosial mereka, tampak jelas bahwa Lily telah menjadi bagian dari keluarga kecil mereka.

Dalam beberapa video yang dibagikan, Raffi dan Nagita terlihat begitu bahagia dan sayang dengan Lily. Rafathar, putra sulung mereka, juga tampak antusias dan gemas dengan kehadiran adik barunya.

Meskipun Raffi dan Nagita belum secara gamblang menjelaskan asal-usul Lily, beberapa petunjuk mulai terungkap. Salah satu keponakan Raffi menyebutkan bahwa Lily adalah adik dari Nuni, salah satu anak asuh Raffi dan Nagita.

Keponakan Raffi juga mengatakan bahwa ibu kandung Lily sedang tidak bisa menjaganya. Hal ini kemudian dijelaskan oleh Raffi bahwa Nagita, ibu kandung Lily, sedang sibuk dengan pekerjaannya.

Meskipun masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, publik menyambut hangat kehadiran Lily di keluarga Raffi dan Nagita.

Kehangatan dan kasih sayang yang mereka tunjukkan kepada Lily tentu akan menjadikannya bagian yang berharga dalam keluarga mereka.

Kedudukan Anak Adopsi dalam Hukum Warisan

Anak adopsi atau anak angkat memiliki tempat spesial dalam keluarga. Namun, bagaimana kedudukan mereka dalam hal pewarisan? Di Indonesia, terdapat perbedaan pengaturan terkait hal ini berdasarkan sistem hukum yang dianut. Berikut ulasannya:

Menurut Hukum Perdata

  • KUHPerdata: Tidak mengatur secara spesifik tentang hak waris anak angkat.
  • Staatblad No. 129 Tahun 1917: Pengangkatan anak memutus hubungan darah dengan orang tua kandung dan memunculkan hubungan nasab dengan orang tua angkat. Namun, Staatblad dinilai sudah tidak relevan.
  • Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2007 (PP 54/2007) dan UU Perlindungan Anak: Pengangkatan anak tidak memutus hubungan darah dengan orang tua kandung.
  • Hak Waris: Anak angkat tidak secara otomatis menjadi ahli waris orang tua angkat. Namun, orang tua angkat dapat memberikan harta warisan melalui wasiat, dengan memperhatikan hak ahli waris lain (legitime portie).

Menurut Hukum Islam

  • Kompilasi Hukum Islam (KHI):
    • Pasal 171 huruf h: Mengatur tentang tanggung jawab orang tua angkat atas anak angkat.
    • Pasal 171 huruf c: Ahli waris adalah orang yang memiliki hubungan darah atau perkawinan dengan pewaris, beragama Islam, dan tidak terhalang secara hukum.
    • Pasal 209 ayat (a): Anak angkat yang tidak menerima wasiat berhak atas wasiat wajibah maksimal 1/3 dari harta warisan orang tua angkat.

Kesimpulan

  • Kedudukan anak adopsi dalam hal pewarisan berbeda-beda tergantung pada sistem hukum yang dianut.
  • Hukum Perdata: Anak angkat tidak otomatis mewarisi, namun dapat menerima harta warisan melalui wasiat.
  • Hukum Islam: Anak angkat tidak mewarisi secara langsung, namun berhak atas wasiat wajibah.