Sambo Tersangka, Pengacara Bharada E Ungkap Fakta ke Publik

Sambo Tersangka

Menit.co.id – Irjen Ferdy Sambo tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Pengacara Bharada E ungkap fakta sebenarnya kehadapan publik.

Pengacara Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E, M Burhanuddin mengatakan dalam sudut pandang dunia hukum, kedudukan dari penyidik aparat polisi dan lawyer atau advokat, berdiri seimbang.

Hal itu dia sampaikan usai membuka sebagian fakta dari Bharada E mengenai pembunuhan Brigadir J kepada publik.

“Sebenarnya apa yang kami bocorkan ke sana ke sini itu fakta, real fakta hukumnya. Ngapain di tutup-tutupi gitu. ini kan keadilan buat sendiri,” kata Burhanuddin di Bareskrim Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022.

Menurutnya, apa fakta yang terjadi dalam kasus ini bisa saja di umumkan sebenarnya, namun karena ini masih ada pengembangan-pengembangan penyidikan lebih lanjut.

Takutnya dapat berpengaruh kepada penyidikan berikutnya. Dia mengatakan ada keadilan publik, di mana masyarakat perlu mengetahui fakta yang ada.

Hal itu, kata dia, dapat menciptakan keadilan buat korban dan adil juga buat tersangka. Dengan begitu ada keseimbangan informasi atau fakta, kepastian hukum tercapai, dan manfaat hukum juga tercapai.

“Manfaat hukumnya apa? Selama ini masyarakat mengira-ngira, kok institusi Polri ‘rekayasa macam-macam’, itu kan jadi citranya buruk.”

“Dengan kita mendorong ini, semua bisa transparan terbuka sesuai porsinya. Sesuai petunjuk bapak Presiden bahwa tolong ini perkara di tuntaskan apa adanya terang benderang,” kata dia.

Menurutnya, porsi pengacara terlibat dalam kasus ini, bukan hanya sekedar datang, pendampingan selesai, dan tidak bisa bicara ke media. “Enggak gitu juga.”

“Tolong juga ini mungkin di dengar oleh penyidik atau apa, ini suara hati kami sebagai lawyer juga bahwa fakta itu fakta hukum yang di ungkapkan di publik itu, sebenarnya tidak ada masalah di publikasikan.”

“Cuma untuk pengembangan tolong teman-teman media juga membatasi, karena masih ada penyidikan-penyidikan lanjutan buat dia (polisi) menetapkan tersangka-tersangka yang baru,” kata dia.

Adapun kedatangan pengacara Bharada E kali ini untuk koordinasi lanjutan dengan penyidik di Bareskrim Polri.

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu saat ini di tahan di Bareskrim Polri dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Menurut Deolipa Yumara yang juga pengacara Bharada E, dalam koordinasi kali ini, tak menutup kemungkinan mereka membahas soal keinginan kliennya menjadi justice collaborator.

“Ya macam-macam, terkait justice collaborator, mungkin ada BAP tambahan, kami lihat. Tapi agendanya itu, koordinasi,” kata dia saat di temui di Bareskrim, Senin, 8 Agustus 2022.

Deolipa menuturkan bahwa tidak ada lagi perubahan pengakuan dari Bharada E. Sedangkan kondisi kliennya itu saat ini di pastikan dalam keadaan aman terjaga oleh petugas.

“Tentunya di jaga sama Bareskrim, aman dan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, potensi Bharada E bebas juga di upayakan secara nurani, kepentingan, perasaan, dan struktural. Saat ini pun kliennya juga telah menyatakan bersedia sebagai justice collaborator.

Deolipa menilai, publik sudah mengetahui bahwa ada kemungkinan tekanan dari kronologi yang diceritakan oleh Bharada E.

Tetapi dia enggan menegaskan kliennya mendapatkan tekanan dari pihak lain atau lingkungan pekerjaannya saat perkara ini mencuat ke khalayak.

Polisi menetapkan Richard sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J pada Kamis, 4 Agustus 2022. Dia dijerat dengan Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP soal pembunuhan dengan sengaja.

Penerapan pasal itu menurut pengacaranya membuat cerita awal yang dinyatakan polisi bahwa Bharada E melakukan pembelaan diri gugur.

Padahal Polres Jakarta Selatan yang menangani kasus ini pertama kali menyatakan bahwa Brigadir J lebih dulu menodongkan senjata kepada Richard.

Kini Irjen Ferdy Sambo telah resmi sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Polisi akan terus mengembangkan kasus ini sampai tuntas dan terang benderang.

Hal ini sejalan dengan perintah Presiden Indonesia Joko Widodo, yang meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkap kasus ini secara terang benderang.

Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo menjadi tersangka baru dalam kasus pembunuhan ajudannya, Brigadir J.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS