Shopee Layoff Indonesia, PHK Massal Bikin Heboh

Shopee Layoff Indonesia

Menit.co.id – Shopee Layoff Indonesia menjadi topik paling hangat selama beberapa hari ini. 3 persen karyawan Shopee Indonesia terkena dalam PHK massal.

Layoff adalah tindakan perusahaan yang menangguhkan atau memberhentikan karyawannya, baik untuk sementara atau permanen. Itulah yang terjadi di Shopee.

Pada hari Senin tepatnya tanggal 19 September 2022 kemarin, menjadi hari yang menyedihkan bagi 3 persen atau terhitung ratusan karyawan Shopee Indonesia.

Pemutusan hubungan kerja alias PHK massal Shopee ini terjadi mendadak begitu saja. Spontan saja ini menjadi kabar buruk bagi para pekerja di Indonesia.

Banyak akun TikTok pekerja Shopee membuat video perpisahan dengan backsound yang dulu sempat viral dinyanyikan oleh grup vokal garapan Melly Goeslaw yakni BBB.

Tercatat 6000an karyawan yang bekerja di bawah perusahaan Shopee Indonesia, namun sialnya 3 persen karyawannya menjadi korban PHK massal.

Sementara itu, banyak yang bertanya- tanya mengapa Shopee Indonesia mengadakan PHK besar- besaran tanpa pemberitahuan dan mendadak.

Karena seperti yang di ketahui, bahwa Perusahaan terbesar dan ternama ini pasti menggaji karyawannya tidak main-main dan ada apa di balik Shopee Indonesia PHK massal karyawannya.

Penyebab Shopee Layoff Indonesia

Perlu di ketahui, layoff besar- besaran ini menimpa 180 orang karyawan Shopee, ini termasuk dari jabatan tertinggi yakni, direktur, senior manager, hingga posisi terbawah dan staf.

Ini terjadi bukan tanpa alasan, tapi ada beberapa hal di balik penyebab itu semua. Karyawan yang terkena PHK juga masih dapat menggunakan fasilitas asuransi kesehatan dari Shopee Indonesia hingga akhir tahun.

Adanya keputusan PHK ini, Shopee Indonesia memastikan tidak akan mempengaruhi operasional bisnis dan layanan di tanah air.

Radynal mengatakan, melepas karyawan dengan berat hati harus perusahaan Shopee Indonesia lakukan. Sebelumnya, terdapat berbagai penyesuaian dari kebijakan bisnis dengan kondisi ekonomi global.

Adapun langkah efisiensi tersebut sejalan dengan fokus perusahaan secara global untuk mencapai kemandirian dan keberlanjutan.

“Perusahaan akan berfokus ke pertumbuhan bisnis yang mandiri serta berkelanjutan. Kami ingin memperkuat dan memastikan operasional perusahaan kami stabil di situasi ekonomi saat ini,” jelas Radynal.