Sorotan Kasus Vina Cirebon dan Vina Garut: Dua Peristiwa Berbeda dengan Nama Sama

Kasus Vina Cirebon dan Vina Garut

MENIT.CO.ID – Sorotan kasus Vina Cirebon dan Vina Garut, belakangan ini cukup hangat diperbincangkan warganet. Dua peristiwa berbeda dengan nama sama.

Agar tidak salah menerima informasi, berikut ini sorotan kasus Vina Cirebon dan Vina Garut dengan dua peristiwa berbeda dengan nama yang sama.

Kasus Vina Cirebon

Kasus Vina Cirebon kembali menjadi perhatian publik setelah film “Vina: Sebelum 7 Hari” dirilis. Bahkan, pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea turut memantau perkembangan kasus yang terjadi pada tahun 2016 ini.

Kasus ini terjadi di Cirebon, Jawa Barat, pada 27 Agustus 2016. Vina, seorang perempuan, menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan oleh geng motor.

Kekasihnya, Muhammad Rizky alias Eki, juga tewas dalam insiden tersebut. Awalnya, jasad keduanya ditemukan dengan dugaan kecelakaan. Namun, penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa ini adalah kasus pembunuhan dan pemerkosaan.

Polres Cirebon Kota awalnya menangani kasus ini, tetapi kemudian diambil alih oleh Polda Jabar. Dari sebelas pelaku yang terlibat, delapan telah dihukum.

Tujuh di antaranya mendapat hukuman penjara seumur hidup, sementara satu pelaku, Saka, dijatuhi hukuman delapan tahun dan telah bebas pada tahun 2020 setelah menjalani hukuman 3 tahun 8 bulan.

Tiga pelaku lainnya, Pegi alias Perong, Andi, dan Dani, masih buron, meskipun Pegi sudah berhasil ditangkap di Bandung, Jawa Barat.

Kasus Vina Garut

Berbeda dengan kasus Vina Cirebon, kasus Vina Garut terkait dengan video asusila yang viral pada tahun 2019 dan cukup menghebohkan pengguna media sosial.

Dalam video tersebut, Vina bersama tiga laki-laki, termasuk suaminya, Raya, terlibat dalam aktivitas seksual yang direkam. Vina awalnya enggan melakukan dan merekam tindakan tersebut, namun dipaksa oleh suaminya.

Investigasi mengungkap bahwa aksi tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2017 dan videonya dijual melalui Twitter oleh Raya.

Setelah kasus ini mencuat, Vina, Raya, dan pelaku lainnya dilaporkan ke polisi. Namun, Raya meninggal dunia saat penyelidikan berlangsung.

Pengadilan Negeri Garut menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara kepada Vina pada April 2020. Dua pelaku lainnya mendapat hukuman 2 tahun 9 bulan penjara, denda Rp1 miliar, serta subsider 3 bulan penjara.

Dua kasus ini, meskipun melibatkan perempuan bernama Vina, memiliki peristiwa dan latar belakang yang sangat berbeda, masing-masing meninggalkan jejak tragis dalam ingatan publik.