Video Viral Imam Masykur Jadi Polemik, Ini Fakta Sebenarnya

Video Viral Imam Masykur

MENIT.CO.ID – Video viral Imam Masykur, korban kekerasan sampai meninggal yang beredar di media sosial kini tengah menjadi polemik. Ini informasi lengkapnya.

Belakangan publik dikejutkan beredarnya sebuah video viral Imam Masykur dalam kondisi teraniaya. Belakangan juga, diklaim bahwa video yang viral tersebut adalah hoaks.

Video viral Imam Masykur adalah sebuah rekaman video yang viral di media sosial menampilkan aksi kekerasan di dalam sebuah mobil terhadap seorang pemuda.

Lantas, mana yang benar dari video viral Imam Masykur? Berikut keterangan resmi dari pihak keluarga almarhum Imam Masykur, korban oknum Paspampres Praka Riswandi Manik.

Keluarga mendiang Imam Masykur, seorang pemuda yang berasal dari Bireuen, Aceh, dan tewas akibat dianiaya oleh oknum TNI di Jakarta, mengungkapkan bahwa video yang menampilkan adegan penyiksaan dan telah menjadi viral memiliki kemiripan dengan rekaman yang sebelumnya diterima oleh adik korban dari para pelaku.

Mereka menjelaskan bahwa fragmen video penyiksaan yang tersebar luas di berbagai media sosial merupakan hasil pengiriman melalui ponsel korban kepada adiknya setelah peristiwa penyiksaan tersebut terjadi.

Sayed Sulaiman, sepupu Imam Masykur, mengungkapkan bahwa video tersebut dikirim kepada adik korban dengan tujuan agar keluarga bersedia membayar sejumlah uang tebusan sebesar Rp50 juta yang diminta oleh para pelaku.

Dua video berbeda menunjukkan peristiwa penyiksaan tersebut. Video pertama menunjukkan Imam Masykur sedang dipukuli menggunakan suatu benda dalam posisi jongkok, dengan baju berwarna merah terangkat hingga ke leher.

Sementara video lainnya menampilkan luka-luka yang terdapat di bagian belakang tubuh Imam Masykur, sambil ia memohon untuk mendapatkan uang sejumlah Rp50 juta dari keluarganya.

Sayed menjelaskan, “Imam menghubungi saya, orang tua, dan adiknya. Siapa pun yang dapat dihubungi oleh para pelaku, mereka melakukannya. Mereka menuntut tebusan sebesar Rp50 juta. Saya juga menerima telepon dari mereka. Video penyiksaan tersebut terakhir kali dikirimkan kepada adiknya.”

Perlu diketahui bahwa video penyiksaan yang telah menjadi viral juga diunggah kembali oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melalui akun media sosial pribadinya.

Menanggapi penyebaran video tersebut—termasuk di antaranya unggahan oleh Sahroni—Komandan Pomdam Jaya, Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar, menyatakan bahwa video tersebut adalah sebuah hoaks.

“Video yang menampilkan adegan di dalam mobil itu adalah hoaks,” ungkap Irsyad di Pomdam Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (29/8).

Ketika ditunjukkan satu video yang diduga menampilkan orang yang telah dianiaya di dalam sebuah mobil, Irsyad mengakui bahwa video tersebut memang merupakan hoaks. “Ini adalah video yang tidak benar,” tegasnya.