Yusril Ihza Mahendra, Ketua Tim Hukum Prabowo-Gibran di MK

Yusril Ihza Mahendra

MENIT.CO.ID – Nama Yusril Ihza Mahendra kembali menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia. Ini penyebabnya.

Pakar hukum dari Universitas Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, telah dipilih untuk menjadi ketua tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam menghadapi sengketa hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Pilpres 2024.

Pada Pilpres 2019, Yusril berada di pihak yang berlawanan dengan Prabowo-Sandiaga Uno sebagai kuasa hukum Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin dalam menghadapi gugatan yang diajukan oleh Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Yusril telah menunjukkan sikap kritis terhadap pemerintahan Jokowi pada periode sebelumnya.

Pada Pilpres 2014, ia menjadi bagian dari tim hukum yang mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam mengajukan gugatan terhadap hasil Pemilu ke MK. Namun, pada Pilpres 2018, Yusril bergabung dengan tim hukum yang mewakili Jokowi-Ma’ruf.

Yusril secara terbuka mengkritik beberapa kebijakan Jokowi, seperti terkait program bantuan sosial dan pemilihan Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Namun, pada November 2018, Yusril bergabung dengan tim hukum Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019 setelah diundang oleh Erick Tohir, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf saat itu.

Pengalaman Yusril dalam kasus-kasus pemilu sebelumnya membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk memimpin tim pembela Prabowo-Gibran dalam sengketa Pilpres 2024 di MK.

Meskipun menyadari bahwa membuktikan kecurangan pemilu bukanlah hal yang mudah, Yusril menyatakan kesiapannya untuk menghadapi sidang di MK.

Tim yang dipimpin oleh Yusril terdiri dari 14 orang advokat dan telah bekerja menghadapi berbagai gugatan terkait sengketa Pilpres 2024.

Mereka siap untuk menyajikan argumentasi hukum dan membantah dalil-dalil yang diajukan oleh pihak lawan dalam sidang di MK.

Dengan pengalaman dan komitmen tim pembela yang dipimpin oleh Yusril, Prabowo-Gibran siap menghadapi proses hukum yang akan berlangsung di MK terkait sengketa Pilpres 2024.

Profil Yusril Ihza Mahendra

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., gelar Datuak Maharajo Palinduang, adalah sosok multitalenta yang dikenal sebagai pengacara, akademisi, dan politisi di Indonesia. Figur dengan segudang prestasi ini kerap menuai sorotan dan memicu kontroversi. Berikut profil lengkapnya:

Kiprah di Bidang Hukum:

  • Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia (UI) dan gelar Doktor Ilmu Politik dari Universiti Sains Malaysia.
  • Berpengalaman sebagai dosen hukum tata negara di beberapa universitas ternama, termasuk UI dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
  • Mendirikan kantor hukum “Ihza & Ihza Law Firm” dan dikenal sebagai pengacara kondang yang menangani berbagai kasus besar, baik nasional maupun internasional.
  • Pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (2004-2007) di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Jejak di Arena Politik:

  • Aktif berpolitik sejak era Presiden Soeharto dan pernah bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB).
  • Pernah mencalonkan diri sebagai Presiden RI pada tahun 1999 namun kalah tipis dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
  • Menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang Indonesia (PBB-I) dan kerap melontarkan kritik vokal terhadap kebijakan pemerintah.
  • Saat ini menjadi Ketua Umum DPP Partai Rakyat Islah Indonesia (Partai PRISMA) yang ia dirikan pada tahun 2022.

Kontroversi:

  • Seringkali melontarkan pendapat kontroversial yang memicu perdebatan publik, khususnya terkait isu hukum dan politik.
  • Pernah tersandung kasus dugaan pemalsuan dokumen terkait Pilkada DKI Jakarta 2012.
  • Dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) namun juga kerap mengkritik kebijakan pemerintah.

Penutup:

Yusril Ihza Mahendra merupakan sosok yang memiliki pengaruh signifikan di bidang hukum, akademis, dan politik Indonesia. Kiprahnya di berbagai bidang tersebut kerap menuai pujian dan kritik. Figur kontroversial ini selalu menjadi sorotan publik dan diperkirakan akan terus memainkan peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.