Apa Itu Malam Pencabut Nyawa? Film Horor Indonesia Tayang Hari Ini

Malam Pencabut Nyawa

MENIT.CO.ID – Malam Pencabut Nyawa adalah film horor Indonesia tayang hari ini di seluruh bioskop. Ini merupakan film yang disutradarai Sidharta Tata.

Kata Sidharta Tata, “Kali ini saya ingin mempersembahkan film horor yang punya narasi cerita yang kuat sekaligus mencekam. Adegan-adegan di dalamnya akan penuh dengan keseruan dan ketegangan disertai teknik-teknik yang kompleks.”

Sidharta mengatakan bahwa Malam Pencabut Nyawa akan menjadi sebuah horor dengan pengalaman visual yang berbeda dalam khazanah film horor Indonesia.

Malam Pencabut Nyawa diangkat dari novel karya Ragil J.P. berjudul Respati. Skenarionya ditulis oleh Ambaridzki Ramadhantyo bersama Sidharta Tata sebagai ko-penulis.

Novel itu mengisahkan tentang lelaki bernama Respati, yang dihadapkan pada masalah yang tidak pernah ia duga di tengah rasa trauma usai kehilangan kedua orang tuanya.

Produser BASE Entertainment, Shanty Harmayn, mengatakan film horor sangat dekat dengan masyarakat Indonesia.

“Terutama akhir-akhir ini di mana semakin banyak film-film horor berkualitas dilahirkan oleh para filmmaker Indonesia. Melalui film Malam Pencabut Nyawa, BASE berusaha memberikan variasi baru pada sinema horor Indonesia,” ucap Shanty.

Sinopsis Film Malam Pencabut Nyawa

Film Malam Pencabut Nyawa dibintangi oleh Devano Danendra, Keisya Levronka, Mikha Hernan, Fajar Nugra, Ratu Felisha, Budi Ros, dan Kiki Narendra.

Film horor yang pertama kali mengangkat tema tentang mimpi ini berkisah tentang remaja bernama Respati (Devano Danendra), yang kerap mengalami gangguan tidur karena selalu dihantui mimpi buruk.

Dalam trailer digambarkan Respati mendapati bahwa gangguan tidurnya tersebut semakin menakutkan ketika salah satu mimpi buruknya terjadi di kehidupan nyata.

Melalui temannya, Wulan (Keisya Levronka), Respati diberi tahu bahwa ia punya kemampuan untuk masuk ke alam mimpi dengan kesadaran penuh.

Kemampuannya ini membuat Respati menjadi incaran sosok arwah misterius yang membunuh sejumlah korban.

Bersama Wulan dan Tirta, sahabatnya, Respati harus segera mencari tahu hubungan antara mimpi dan rentetan kematian yang terjadi sebelum ia menjadi korban selanjutnya.