Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa Tayang di Bioskop, Hanung Bramantyo Berikan Pesan dan Tips Menontonnya

Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

MENIT.CO.ID – Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa tayang di seluruh bioskop di Indonesia. Sutradara Hanung Bramantyo memberikan pesan serta tips sebelum menonton film ini.

Hanung menjelaskan bahwa “Tuhan Izinkan Aku Berdosa” adalah film tentang perjalanan spiritual manusia dalam mendekatkan diri kepada Pencipta.

“Kadang-kadang dalam perjalanan tersebut, kita mengalami keraguan dan pertanyaan karena dihadapkan pada kenyataan yang berbeda dengan apa yang tertulis dalam kitab suci. Kita sudah percaya pada kitab suci kita, namun kenyataannya banyak orang munafik yang berkeliaran, mereka yang mengklaim kebenaran dari cara berpakaian atau berbicara,” ungkap Hanung Bramantyo.

Film ini diadaptasi dari novel kontroversial karya Muhiddin M. Dahlan yang diterbitkan pada tahun 2003. Hanung berharap film ini bisa menjadi oase dan memicu munculnya film-film serupa.

“Ini adalah film yang menghadirkan kenyataan, bukan melarikan diri darinya,” tambah Hanung.

Hanung juga memberikan tips agar tidak menonton “Tuhan Izinkan Aku Berdosa” sendirian, terutama ketika sedang merasa galau atau patah hati.

“Jangan nonton sendirian. Jangan dalam keadaan putus cinta atau galau, itu sangat berbahaya. Tonton bersama teman-teman atau keluarga, terutama yang lebih tua. Saat pertanyaan muncul, bisa berdiskusi dengan mereka,” saran Hanung Bramantyo.

“Ingat, film ini adalah kenyataan yang diciptakan, bukan kenyataan sebenarnya. Kenyataan sebenarnya ada di pikiran kalian. Film ini hanya memberikan rangsangan agar kalian tidak terjebak. Siapkan tisu juga,” tambahnya sambil tertawa.

Film ini menceritakan kisah Nadya Kirani, anggota Rohis atau kelompok kajian Al-Qur’an di kampusnya. Ia percaya bahwa sistem demokrasi membawa kehancuran dunia, termasuk Indonesia.

Bersama organisasi Islam Dardariyah, Nadya berjuang untuk menyebarkan dakwah tentang sistem Khilafah yang dianggap ideal dan sesuai syariat Islam. Namun, pilihannya bergabung dengan organisasi ini membuat Nadya menempuh jalan yang berbeda.

Karakter dalam film ini diperankan oleh Aghniny Haque sebagai Kirani, Donny Damara sebagai Tomo, Djenar Maesa Ayu sebagai Ami, Andri Mashadi sebagai Da’rul, Samo Rafael sebagai Hudan, dan Nugie sebagai Alim Suganda.

Sinopsis Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

Kiran (Aghniny Haque), mahasiswi dari keluarga miskin di desa namun taat beragama, pintar juga kritis pada kemunafikan, yang terjebak dalam kelompok agama garis keras pimpinan Abu Darda (Ridwan Raoull), yang meminta jamaahnya mengabdikan dirinya pada jalan Allah lewat jihad yang sangat keras.

Alih-alih mendapatkan hidayah, Kiran justru mendapatkan cobaan berat yang datang bertubi-tubi padanya. Berawal dari dirinya hendak dijadikan isteri keempat oleh Abu Darda, yang tentu saja sangat bertentangan dengan prinsipnya.

Namun, karena sikap kritisnya, dia justru dituduh menebarkan fitnah kepada sang Iman hingga mendapat ancaman fisik. Orang tuanya di desa juga turut menuduhnya sebagai anak yang kebablasan karena berani melawan ulama; dan puncaknya, dia mendapatkan pelecehan seksual dari dosen pembimbingnya sendiri serta teman kuliah yang dikenal alim dan taat di kampusnya.

Karena tak tahan, Kiran lantas menggugat pada sang khalik atas segala cobaan yang menimpanya: ‘Ya Rabb? Jika pengabdianku pada-Mu justru Kau balas dengan cobaan yang berat, lantas apa cobaan bagi orang-orang munafik yang telah melecehkan perempuan seperti hamba?

Lihatlah, ya Allah! Aku akan jadikan tubuhku ini martir untuk mengungkap kemunafikan umatmu yang sok suci itu!’
Sejak saat itu, Kiran mengabdikan dirinya pada kegelapan dunia demi mengungkap manusia-manusia munafik yang banyak menipu umat dengan janji-janji palsu, yang membuat orang-orang seperti ibunya jatuh dalam kepercayaan yang buta pada mereka. Apakah Kiran berhasil dengan misinya tersebut? Ataukah justru dia makin dalam terpuruk dalam lembah dosa?