Kanamara Matsuri, Festival Alat Kelamin di Jepang

Kanamara Matsuri, Festival Alat Kelamin di Jepang

MENIT.CO.ID – Kanamara Matsuri merupakan festival alat kelamin di Jepang yang mendunia dan banyak orang mengulik informasinya.

Penasaran dengan perayaan Kanamara Matsuri, festival alat kelamin di Jepang? Temukan informasi selengkapnya hanya melalui artikel berikut ini.

Kanamara Matsuri, juga dikenal sebagai Festival Phallus Besi atau festival alat kelamin, adalah sebuah festival yang diadakan setiap tahun di Kawasaki, Jepang.

Festival ini terkenal karena perayaan simbolik kesuburan dan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Kanamara Matsuri biasanya diadakan pada hari Minggu pertama di bulan April. Sejarah festival ini dapat ditelusuri kembali ke zaman Edo pada abad ke-17.

Legenda mengatakan bahwa seorang dewi bernama Kanayama-hime menenangkan roh jahat yang tinggal di dalam alat kelamin pria.

Dia diyakini melakukannya setelah melihat alat kelamin suaminya terluka oleh gigi seorang ular berbisa. Kanayama-hime kemudian dibawa sebagai dewi pelindung kesuburan dan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Kanamara Matsuri dimulai dengan prosesi di mana patung besar berbentuk alat kelamin pria, yang dikenal sebagai “mikoshi” atau keranda portabel, diarak melalui jalan-jalan kota oleh para pengunjung festival.

Mikoshi ini dihiasi dengan warna-warni dan merupakan simbol kesuburan dan perlindungan.

Orang-orang yang mengikuti prosesi biasanya mengenakan kostum dan pakaian tradisional, sambil membawa berbagai jenis barang-barang terkait dengan kesuburan.

Selama Festival Matsuri Jepang, ada juga berbagai kegiatan dan atraksi lainnya. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan tari tradisional, permainan, stan makanan, dan pameran seni yang terkait dengan tema kesuburan.

Terdapat juga berbagai barang dan suvenir festival yang dijual, termasuk kue-kue dan pernak-pernik dengan motif alat kelamin.

Meskipun terkesan dengan tema yang kontroversial, Kanamara Matsuri sebenarnya memiliki tujuan yang lebih serius.

Kanamara Matsuri ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan seksual, menggalang dana untuk penelitian dan pendidikan tentang penyakit menular seksual, serta mempromosikan persamaan gender dan hak-hak LGBT.

Kanamara Matsuri telah menjadi daya tarik wisata yang populer baik bagi warga Jepang maupun turis asing. Festival ini menarik ribuan orang setiap tahunnya.

Selain menghadirkan kesenangan dan hiburan, Festival Kanamara Matsuri juga memiliki tujuan sosial yang penting dalam mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu seksual dan kesehatan yang terkait dengannya.

Sejarah Festival Kanamara Matsuri

Festival Kanamara Matsuri adalah sebuah festival tradisional yang diadakan setiap tahun di Kawasaki, Jepang. Festival ini juga dikenal dengan sebutan “Festival Phallus Besi” atau “Festival Penis Besi”.

Festival ini terkenal karena acara perayaan yang khas dan penuh semangat yang melibatkan patung dan objek yang melambangkan organ reproduksi pria.

Sejarah Festival Kanamara Matsuri dapat ditelusuri kembali ke abad ke-17. Menurut legenda, festival ini bermula sebagai cara untuk melindungi penduduk setempat dari penyakit menular seksual dan untuk mendoakan kesuburan dan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Festival ini berkaitan dengan Kuil Kanayama, sebuah kuil Shinto yang didedikasikan untuk dewa kesuburan.

Salah satu cerita legendaris yang terkait dengan festival ini adalah tentang seorang wanita yang memiliki vagina yang terluka dan tidak bisa menikmati kehidupan pernikahan yang normal.

Dia dikatakan telah menyelamatkan dirinya dengan menggunakan penis dari besi untuk melawan gigolo yang berusaha memperkosanya.

Setelah itu, wanita itu membuat patung phallus dari besi sebagai lambang keberanian dan perlindungan.

Patung tersebut diyakini memiliki kekuatan magis dan kemudian dipuja sebagai simbol kesuburan dan perlindungan dari penyakit menular seksual.

Festival Kanamara Matsuri telah berubah seiring waktu dan sekarang menjadi acara yang lebih terbuka dan dirayakan secara luas.

Pada hari festival, biasanya pada akhir pekan pertama di bulan April, ribuan orang berkumpul di sekitar Kuil Kanayama untuk merayakan kesuburan, cinta, dan perlindungan.

Acara utama festival ini adalah prosesi besar-besaran yang melibatkan tiga patung phallus raksasa yang dibawa oleh peserta festival.

Patung-patung tersebut terbuat dari kayu dan dihias dengan warna-warna cerah. Mereka diarak di sekitar kota dengan diiringi oleh nyanyian, tarian, dan semangat yang tinggi.

Selain itu, ada juga pertunjukan tradisional, stan makanan dan minuman, serta berbagai permainan dan aktivitas yang menyertainya.

Festival Kanamara Matsuri telah menjadi daya tarik turis yang signifikan dan menarik banyak orang dari dalam maupun luar Jepang.

Meskipun unsur seksualitas dalam festival ini mungkin terasa provokatif atau kontroversial bagi beberapa orang, festival ini juga memiliki aspek budaya dan sejarah yang penting dalam tradisi Jepang.

Secara keseluruhan, Festival Kanamara Matsuri adalah perayaan unik yang memadukan elemen keagamaan, tradisional, dan juga aspek-aspek modern.

Ini merupakan perayaan yang berhubungan dengan kesuburan, perlindungan, dan keberanian, serta merupakan cara bagi komunitas untuk bersatu dan merayakan warisan budaya mereka dengan semangat yang riang gembira.