Ketenangan di 5 Kafe yang Punya Area Outdoor Cantik

    Rabu, 24 April 2019 - 17:00 Editor : Redaksi Dibaca : 53 Views

    Menit.co.id Jangan sampai kesibukan yang padat menjadi penghalang bagimu untuk bersantai di waktu sore. Kenapa? Karena penting untuk kesehatan mental. Bersantai sejenak bisa memberikanmu waktu untuk berpikir tentang dirimu dan merefleksikan segala hal yang sudah terjadi. Eh, sekadar bengong juga termasuk, kok.

    Hasil sebuah survei dari University of Buffalo menyatakan bahwa ‘me time’ bisa membuatmu lebih kreatif! Jika kamu introver, me time bisa membuat produktivitas kamu meningkat, karena kamu terhindar dari energi negatif orang di sekitar.

    Bicara tentang me time, kamu bisa melakukannya di mana saja. Saya suka sekali menikmati waktu sendiri di kafe atau restoran dengan area outdoor yang bagus. Pikiran lebih tenang rasanya.

    Berikut rekomendasi 5 kafe dan restoran yang memiliki area outdoor cantik untuk me time kamu selanjutnya!

    1. Paradigma Cafe

    Salah satu area di Paradigma Cafe

    Paradigma Cafe terbagi menjadi beberapa area: area indoor, area merokok, dan area outdoor berupa taman di mana kamu bisa duduk-duduk di rumput sambil berswafoto. Sungguh, nuansanya mampu membangkitkan mood.

    Kapasitasnya cukup memadai untuk menampung banyak orang. Namun demikian, saat akhir pekan sangat mungkin kamu tidak akan mendapat tempat, apalagi saat musim resepsi pernikahan.

    Rogut Tempe

    Menu di Paradigma Cafe memang standar, tapi ada satu camilan yang paling saya suka. Rogut Tempe namanya. Konsepnya kurang lebih sama seperti tahu bakso, bedanya isian tempe pada menu ini adalah adonan rogut.

    Untuk pilihan lebih sehat, coba versi yang dibakar. Cocol dengan sambal khas yang berisi cabai dan berbagai rempah. Tekstur rogutnya yang sangat lembut memberi efek meleleh di lidah. Empat potong dalam satu porsi sangat cukup untuk membuatmu kenyang.

    2. Gordi HQ

    Ini tempat saya kabur saat sedang bosan bekerja. Sore hari, tikarnya mulai digelar di halaman belakang. Duduk lesehan sembari melamun menunggu malam rasanya adalah kegiatan paling atraktif saat ini. Waktu seperti berhenti sejenak.

    Kopi di Gordi HQ

    Gordi sebagai salah satu tempat nongkrong favorit saya bukan hanya perkara halaman belakangnya. Mereka punya semangat membuat kopi artisan yang berkualitas. Seperti yang kita tahu, menyeduh kopi bukan persoalan mudah.

    Kerinduan akan kopi di Gordi disambut baik oleh pemilik kafe, karena mereka juga menjual kopi bubuk yang bisa kamu seduh di rumah.

    3. La Vue – The Hermitage Hotel

    Untuk tiba di La Vue, kamu perlu melewati lorong-lorong hotel The Hermitage yang memanjakan mata. Dekorasi klasiknya memberi perasaan hangat. Tiba di lantai sembilan, kita akan menemukan sebuah area kolam renang yang tidak terlalu luas. Kita masih perlu menaiki beberapa anak tangga untuk mencapai area outdoor di rooftop-nya.

    La Vue terletak di atas kolam renang The Hermitage Hotel

    Oleh karena konsepnya adalah bar, saya lebih tertarik dengan pilihan minuman-minumanya dibandingkan dengan makanannya. Bayangkan gedung bertingkat di depan matamu, semilir angin menyentuh kulit, samar terdengar suara bising Kota Jakarta, dan semua itu berpadu ketika kamu menyesap cocktail segar.

    La Vue tidak terlalu ramai, menurut saya, karena tidak banyak orang tahu tentang bar ini. Jika kamu datang sebelum gelap, jangan lupa abadikan OOTD terbaikmu, karena pemandangannya sangat bagus!

    4. JimBARan Lounge – AYANA Hotel

    Menu yang saya pesan di JimBARan

    Lokasi yang sempat viral dan masih sangat layak dicoba. Saya bertandang ke Jimbaran untuk makan siang. Tempatnya cantik, dihiasi pemandangan panoramik undakan tempat duduk yang dikelilingi kolam kecil. Jika di Bali, model dekorasi macam ini banyak bisa kita temukan di hotel sekitar Nusa Dua.

    Pilihan makanannya banyak sekali. Saya membuka sesi makan dengan Vietnamese Summer Roll. Ukuran diameternya terlalu besar, menjadikannya agak sulit dimakan langsung, karena sulit sekali memotong kulitnya yang elastis dengan pisau dan garpu.

    Sebagai seseorang dengan selera makan konservatif, saya memilih makanan utama berupa semangkuk Singapore Laksa. Tidak disangka, porsinya sangat besar. Hampir saya marah-marah karena harganya lumayan mahal, sekitar Rp 130.000 belum termasuk pajak. Tekstur minya sangat mirip dengan versi aslinya. Bumbunya memang tidak terlalu berani, mungkin menyesuaikan lidah para pengunjung asing.

    Ayam lembut di nasi hainan

    Pada kisaran harga yang sama, ada juga Nasi Hainan Special yang masuk dalam kategori Asian Specialty. Nasinya tidak terlalu spesial, tapi ayamnya berhasil dikukus hingga sangat lembut. Bagian dada yang biasanya membuat saya malas mengunyah jadi sangat mudah untuk disantap.

    5. Piknik by Arif Inn

    Kolam renang di dengan aksesori lucu di Piknik by Arif Inn.

    Mungkin kalian tidak asing lagi dengan Chef Ragil yang namanya sudah tersohor itu. Sebuah keputusan menarik ketika dia memutuskan untuk membuka kafe atau restoran di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menurut saya, Lebak Bulus belum banyak terjamah oleh pebisnis kuliner.

    Mengadaptasi konsep resor di Canggu, Piknik by Arif Inn membawa angin segar di tengah kedai kopi yang entah apa visi dan misinya. Piknik by Arif Inn punya semua elemen bagi sebuah restoran untuk dicintai pengunjungnya, yakni banyak spot foto menarik, kolam renang dan aksesorinya yang unik, dan tentu makanan dengan rasa ciamik.

    Nasi goreng tempoyak dengan rasa eksotik.

    Menu yang ditawarkan pun tidak biasa. Ada Nasi Goreng Tempoyak yang betul-betul baru pertama kali saya coba. Saya kira rasa tempoyaknya akan sangat kuat dan membuat mual. Ternyata, tempoyaknya justru memberikan cita rasa eksotik pada nasi gorengnya. Oh, satu hal yang penting adalah potongan ayamnya besar-besar, sama sekali tidak pelit!



    Komentar Pembaca: