Posan Tobing Laporkan Personel Kotak ke Polda Metro Jaya

Posan Tobing

MENIT.CO.ID – Nama Posan Tobing kembali muncul di google trend, Jumat (8/9/2023). Hal ini dipicu terkait dirinya mendatangi Polda Metro Jaya.

Posan Tobing kembali melaporkan mantan bandnya, Kotak ke Polda Metro Jaya. Laporan ini dikarenakan Tantri Cs diduga telah melakukan pelanggaran hak cipta terhadap beberapa lagu Kotak ciptaan Posan Tobing.

Posan pun juga melarang Kotak menyanyikan lagu-lagu yang diciptakan bersama. Akan tetapi, Kotak justru merasa mereka memiliki hak untuk menyanyikan lagu itu karena memang diciptakan bersama.

“Walaupun satu lagu yang diciptakan ada empat atau lima orang itu bisa dinyanyikan semua penciptanya tetapi harus ada izin sama (semua) penciptanya,” ungkap Jerrys Napitupulu selaku kuasa hukum Posan Tobing.

Saat ditanya lebih lanjut, Posan Tobing juga mengaku bahwa ia sudah sempat bertemu dengan para personel Kotak. Ia berujar pada momen itu mereka melakukan mediasi mengenai kisruh selama ini.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama Posan mengaku dirinya sudah memaafkan ketiga personel Kotak. Meski begitu, ia masalah hukum harus tetap berjalan dengan semestinya.

“Buat Tantri, Cella dan Chua, nggak ada lagi rancu-rancuan,” ucap Posan Tobing sebagaimana dikutip dari Kapanlagi.com.

“Sebagai warga negara Indonesia yang baik, secara pribadi kami sudah berbicara, kami sudah memaafkan. Tapi karena ini negara hukum, proses tetap jalan,” pungkasnya.

Personel Kotak Terancam 4 Tahun Penjara

Kisruh band Kotak dengan mantan personelnya, Posan Tobing, berakhir di ranah hukum. Posan sebagai mantan drummer melaporkan Kotak ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran hak cipta.

Diduga pelanggaran itu karena Kotak masih membawakan empat lagu ciptaan Posan Tobing meski sudah dilarang.

Atas laporan itu Kotak kemudian terancam hukuman 4 tahun penjara atau denda Rp 3 miliar.

“(Ancaman) 4 tahun terus dugaan denda juga cukup besar, ya sekitar Rp 3 miliaran lah,” ujar Posan usai melaporkan Kotak di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Ketiga personel Kotak itu dituding melanggar Pasal 9 juncto Pasal 113 Undang Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014.

Adapun laporan Posan terhadap personel Kotak teregister dalam nomor perkara LP/B/5290/IX/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 6 September 2023.

Posan menegaskan ketiga personel Kotak tak memiliki itikad baik setelah menerima somasi dari pihaknya beberapa waktu lalu. Posan merasa somasi tersebut cenderung diabaikan sehingga masalah ini berakhir ke ranah hukum.

“Terkait lagu-lagu, lagu ciptaan sendiri bahkan lagu yang diciptakan bersama yang berjudul Pelan-Pelan Saja, Selalu Cinta, Masih Cinta, Cinta Jangan Pergi, 07 ya pokoknya banyak lagu-lagu lain yang juga ada ciptaan saya di dalamnya,” tegas Posan.