Video Viral Banjarmasin, Aksi Sesama Jenis Menghebohkan

Video Viral Banjarmasin

Menit.co.id Video Viral Banjarmasin yang berisi pasangan sesama jenis berhasil membuat heboh para pengguna media sosial. Penasaran seperti apa kejadiannya?

Belakangan Video Viral Banjarmasin berisi pasangan sesama jenis berhasil memantik atensi warganet. Pasalnya, dua pemuda itu membuat konten kurang mendidik.

Seperti Kawanpuan rangkum dari berbagai sumber, kini pemeran Video Viral Banjarmasin pasangan sesama jenis itu sudah resmi masuk laporan polisi karena meresahkan.

Penanganan atas pengaduan terkait video berisi adegan tak senonoh dua pemuda sesama jenis yang viral di media sosial masih terus bergulir hingga polisi memburu pelaku.

Penyidik Subdit V Tipidsiber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan, telah memintai keterangan dari pelapor berinisial AS dan tiga saksi lainnya.

“Sudah di mintai klarifikasi dari pelapor saudara AS dan kami memintai keterangan dari tiga orang saksi,” kata Plt Kasubdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKP Kamaruddin.

Penyidik, lanjutnya, saat ini belum menetapkan status tersangka. Karena saat ini penanganan masih dalam status pengaduan masyarakat hingga mengetahui pelakunya.

Siapa Pemeran Video Viral Banjarmasin?

Pihak teradu adalah seorang pemuda berinisial J yang di duga sebagai salah satu pemeran sekaligus perekam video berisi adegan tak senonoh. Saat ini, J belum memenuhi panggilan polisi.

“Kami masih mengidentifikasi keberadaan terlapor. Kami berupaya melakukan pendekatan melalui keluarganya supaya yang bersangkutan bisa kooperatif memberikan keterangannya,” katanya.

Sedangkan dari keterangan yang di peroleh dari pelapor dan tiga saksi, dugaan motif sementara kenapa video tersebut karena pelaku sakit hati terhadap AS.

Dugaan motif Ini di perkuat oleh keterangan AS yang sejak Mei 2022 seringkali menerima ancaman dari J yang akan menyebarkan video tersebut jika tak memenuhi keinginannya.

“Jadi adapun modusnya. Sementara dari yang kami dapat melalui keterangan beberapa saksi, pelaku merekam dan menyebarkan video itu untuk bahan agar si pelapor, si AS, masih terikat dengan dia (perekam),” katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS