Viral Video Lomba Burung Berkicau di Surabaya Dimeriahkan Tarian Erotis

Viral Video Lomba Burung Berkicau di Surabaya Dimeriahkan Tarian Erotis

MENIT.CO.ID – Baru-baru ini video lomba burung berkicau yang berlangsung di Surabaya dimeriahkan dengan tari erotis wanita cantik viral di media sosial.

Lomba burung berkicau di Surabaya sudah sering diselenggarakan. Namun, video lomba burung berkicau di Surabaya ini jadi viral karena ada hiburan tari erotis wanita cantik.

Saat itu, video yang direkam dari sebuah ajang perlombaan burung love bird di kawasan lahan bekas Rumah Tahanan Militer (RTM) Koblen, Bubutan Surabaya ini, mempertontonkan tarian erotis.

Dua penari tampak bergoyang di tengah-tengah para pria atau peserta yang ikut lomba burung berkicau.

Tak hanya itu, dalam video tersebut juga memperlihatkan adegan tak senonoh yang dilakukan oleh seorang pria saat nyawer atau memberikan tips kepada penari tersebut.

Sebab saat memberikan tips tersebut, pengunjung tersebut sempat memegang alat vital sang penari.

Mendapati video dan foto yang viral di media sosial facebook (FB), Polsek Bubutan langsung bertindak cepat.

Aparat penegak hukum ini memanggil sejumlah pihak mulai dari pemilik tempat, panitia, dan penari striptis tersebut. Setidaknya ada lima orang yang diperiksa.

Kapolsek Bubutan saat itu, Kompol Dies Ferra Ningtyas mengatakan bahwa event itu merupakan lomba burung berkicau yang dilaksanakan oleh komunitas pecinta love bird Surabaya.

“Acara tersebut digelar pada Minggu (14/1) di lahan bekas RTM (rumah tahanan militer) Koblen Bubutan Surabaya,” katanya.

Dies Ferra mengatakan, pemeriksaan terhadap lima orang tersebut dilakukan untuk mengumpulkan keterangan pihak-pihak yang terlibat dalam even tersebut.

“Yang jelas even tersebut tak memiliki izin dari kami,” terangnya sebagaimana dikutip dari berita Radar Surabaya, Senin (27/5/2024).

Sementara itu, Darusalam, ketua panitia even tersebut menyebut jika dua cewek yang menari di tengah-tengah peserta lomba burung berkicau bukanlah penari profesional. Mereka itu merupakan SPG (sales promotion girl) event.

“Tarian itu tidak masuk dalam rundown acara kami. SPG itu kami minta menari sebisanya untuk meredam gesekan antar peserta yang saat itu mulai memanas. Jadi sifatnya isidentil atau dadakan,” ungkapnya.

Darusalam juga menegaskan, bahwa baru kali ini terpaksa meminta SPG event menari.

Dia juga tidak tahu menahu siapa yang meng-upload ke facebook hingga viral. Sebab saat SPG menari, banyak orang di sana. Terlebih, tiket even terjual 800 lembar saat itu.

“Saya sangat menyesal dan minta maaf kepada seluruh kicau mania. Baik di Surabaya maupun seluruh Indonesia,” tandasnya.

Kasus ini berakhir damai dan pihak penyelenggara berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama di kemudian hari.