Apa Itu Epilepsi? Begini Gejala dan Penyebab Epilepsi

Apa Itu Epilepsi

MENIT.CO.ID – Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik yang berlebihan di otak. Gangguan ini menyebabkan penderita kejang.

Seseorang menderita kejang lebih dari satu kali tanpa penyebab yang jelas. Kejang dapat di derita oleh semua kelompok usia.

Epilepsi biasanya di diagnosis setelah seseorang mengalami setidaknya dua kali kejang yang tidak di sebabkan oleh beberapa kondisi medis yang di ketahui.

Seperti penghentian alkohol atau gula darah yang sangat rendah. Jika kejang muncul di area tertentu di otak, maka gejala awal kejang seringkali mencerminkan fungsi area tersebut.

Akan tetapi biasanya kejang di mulai saat masih anak-anak. Sedang gejala dan penyebab epilepsi adalah kejang.

Kejang pada penderita epilepsi terbagi menjadi dua tipe, yaitu kejang total dan kejang parsial. Oleh karena itu, gejala yang menyertai kejang dapat bervariasi sesuai tipenya.

Lantas bagaimana pengobatan dan pencegahan kejang? Epilepsi tidak dapat di sembuhkan. Namun, ada obat-obatan yang dapat di konsumsi untuk mengurangi frekuensi kejang.

Melansir Alodokter, jika pemberian obat-obatan tidak cukup efektif, dokter dapat merekomendasikan operasi.

Penderita gangguan kesehatan tertentu dapat menurunkan risiko terkena kejang dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga, dan tidak merokok.

Sedangkan pada ibu hamil, risiko terjadinya kejang pada bayi dapat dikurangi dengan rutin memeriksakan kandungan.

4 Langkah Cegah Epilepsi

Orang dengan epilepsi cenderung memiliki lebih banyak masalah fisik, seperti patah tulang dan memar akibat cedera yang berhubungan dengan kejang.

Berikut ini 4 langkah mencegah kejang:

1. Mencegah cedera kepala adalah cara paling efektif mencegah kejang pasca trauma

2. Perawatan perinatal yang memadai bisa mengurangi kasus baru kejang yang disebabkan oleh cedera lahir

3. Penggunaan obat-obatan dan metode lain untuk menurunkan suhu tubuh anak demam bisa mengurangi kemungkinan kejang demam

4. Pengecegahan epilepsi yang terkait dengan stroke difokuskan pada pengurangan faktor risiko kardiovaskular, seperti mengontrol tekanan darah tinggi, diabeters dan obesitas, menghindari tembakau, dan penggunaan alkohol berlebihan.