Batas Kadar Asam Urat Normal Perempuan, Simak Selengkapnya

Asam Urat Normal Perempuan

MENIT.CO.ID – Ketahuilah batas kadar asam urat normal perempuan di dalam artikel ini. Kadar asam urat merupakan salah satu indikator kesehatan yang penting untuk diketahui.

Asam urat adalah zat sisa yang dihasilkan oleh tubuh ketika memecah purin, yaitu zat yang terdapat dalam makanan dan minuman tertentu. Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri sendi, batu ginjal, dan penyakit jantung.

Pada perempuan, kadar asam urat normal adalah 2,4-6,0 mg/dL. Jika kadar asam urat perempuan melebihi 6,0 mg/dL, maka disebut sebagai hiperurisemia. Hiperurisemia dapat menyebabkan nyeri sendi, terutama di area jari kaki, pergelangan kaki, dan lutut. Nyeri sendi akibat hiperurisemia biasanya terasa tajam dan menusuk, dan dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu.

Selain nyeri sendi, hiperurisemia juga dapat menyebabkan batu ginjal. Batu ginjal adalah kristal yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal dapat menyebabkan nyeri hebat di bagian bawah punggung atau perut.

Hiperurisemia juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan hiperurisemia memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung, seperti serangan jantung dan stroke.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hiperurisemia pada perempuan, antara lain:

  • Usia: Risiko hiperurisemia meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Obesitas: Perempuan dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena hiperurisemia.
  • Diet: Konsumsi makanan dan minuman tinggi purin, seperti daging merah, jeroan, makanan laut, dan minuman beralkohol, dapat meningkatkan risiko hiperurisemia.
  • Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal, kanker, dan penyakit autoimun, juga dapat meningkatkan risiko hiperurisemia.

Untuk mencegah hiperurisemia, perempuan dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengonsumsi makanan rendah purin
  • Mengurangi konsumsi minuman beralkohol
  • Minum banyak air putih
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C dan antioksidan

Cara Cek Asam Urat Normal Perempuan

Asam urat yang menumpuk pada sendi bisa menjadi momok, terutama bagi perempuan. Sendi yang bengkak, nyeri, dan merah jelas mengganggu aktivitas. Mengetahui kadar asam urat normal dan cara ceknya jadi langkah penting untuk mencegah asam urat tinggi atau gout.

Kadar Asam Urat Normal Perempuan:

  • Kisaran kadar asam urat normal pada perempuan dewasa adalah 2,4 – 6,0 mg/dL (miligram per desiliter).
  • Nilai ini lebih rendah dibandingkan laki-laki dewasa yang normalnya 4,0 – 8,5 mg/dL.

Cara Cek Asam Urat:

Ada dua cara cek asam urat, yaitu:

  • Tes darah: Cara yang umum dan mudah. Sampel darah diambil dalam kondisi puasa selama 8-12 jam.
  • Tes urine 24 jam: Menampung semua urine yang dikeluarkan selama 24 jam dalam wadah khusus yang diberikan dokter. Cara ini biasanya disarankan jika kadar asam urat darah normal namun dicurigai kadar asam urat tinggi dalam urine.

Mengapa Perempuan Rentan Asam Urat Tinggi?

  • Kadar hormon estrogen pada perempuan menurun setelah menopause. Estrogen berfungsi mencegah penumpukan asam urat, sehingga risikonya meningkat setelah menopause.
  • Faktor genetik turut berpengaruh.
  • Pola makan kaya purin (ditemukan dalam jeroan, seafood tertentu, dan beberapa sayuran) juga bisa memicu asam urat tinggi.

Pentingnya Cek Asam Urat:

  • Deteksi dini kadar asam urat tinggi mencegah serangan gout berulang.
  • Penanganan tepat dapat mencegah kerusakan sendi permanen.
  • Cek asam urat direkomendasikan rutin, terutama bagi yang memiliki faktor risiko asam urat tinggi.

Tips Menjaga Kadar Asam Urat Normal:

  • Perbanyak minum air putih minimal 2 liter per hari.
  • Batasi konsumsi makanan tinggi purin.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Olahraga teratur.
  • Konsumsi obat dan patuhi anjuran dokter jika sudah terdiagnosis asam urat tinggi.

Menjaga kadar asam urat normal dengan cek asam urat secara berkala dan menerapkan gaya hidup sehat adalah kunci sendi yang senantiasa sehat dan bebas asam urat. Konsultasi dengan dokter dianjurkan jika muncul gejala seperti nyeri sendi, bengkak, dan kemerahan, terutama secara berulang.

Jika Anda mengalami nyeri sendi atau gejala hiperurisemia lainnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis hiperurisemia.