Cara Tepat Mengajari Anak Menyikat Gigi agar Tumbuh Sehat dan Kuat

  • Bagikan
Menyikat Gigi

Menit.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai kali ini berbagi tips dan edukasi cara merawat dan menyikat gigi anak sejak usia balita agar tumbuh sehat dan kuat.

Kebiasaan merawat gigi harus ditanamkan sejak kecil, termasuk mengajari anak sikat gigi sedini mungkin.

“Sebaiknya anak disikat giginya mulai dari gigi anak tersebut mulai tumbuh. Anak diajari sikat gigi kira-kira usia 2-3 tahun,” kata , kata dokter gigi spesialis anak drg. Fitria Sari,Sp.KGA.

Dokter gigi yang bertugas di rumah sakit milik Pemerintah Kota Dumai itu mengatakan, orang tua harus selalu mendampingi dalam proses mengajari anak menyikat gigi, terutama saat masih balita.

Sebab, kemampuan motorik anak masih berkembang, orang tua tak bisa mengharapkan anak bisa menyikat giginya hingga bersih.

Karena itu, ia mengatakan, orang tua bisa mengulangi lagi proses menyikat gigi anak agar betul-betul bersih.

Pasta gigi juga diperlukan ketika menyikat gigi anak, tapi tak perlu banyak karena gigi anak masih sedikit.

Sari mengatakan ukuran pasta gigi yang dibutuhkan ketika menyikat gigi anak kira-kira hanya sebesar biji kacang hijau.

Ia juga menyarankan untuk menggunakan pasta gigi dengan fluoride sejak gigi anak tumbuh sebab fluoride punya fungsi memperkuat gigi.

Saran lainnya, ia mengatakan, orang tua dapat memberikan buah hati air matang untuk berkumur setelah menyikat gigi untuk mengurangi risiko air kumur tak sengaja tertelan.

Sama seperti kebiasaan lainnya, anak-anak cenderung suka meniru orang di sekitarnya.

Karena itu, ia mengatakan, berikan contoh menyikat gigi yang baik agar anak juga tertarik untuk mengikutinya. Ia menyarankan orang tua untuk mengajak anak menyikat gigi bersama agar kegiatan ini jadi lebih menyenangkan.

Orang tua juga bisa memperlihatkan video menyikat gigi untuk memperkenalkan rutinitas itu kepada anak dan akhirnya menjadi kebiasaan sehari-hari.

Selain rajin menyikat gigi, ia mengatakan, penting juga melakukan langkah-langkah preventif lain agar gigi anak tidak rusak atau berlubang.

Ia mengatakan, orang tua juga sebaiknya mengurangi atau menghindari makanan mengandung gula seperti permen, coklat atau lolipop yang bisa berujung pada kerusakan gigi.

Sebagai gantinya, ia menyarakan orang tua memberikan anak makanan sehat seperti buah segar, sayur, keju, yogurt dan susu.

Sebagai pengingat, spesialis kedokteran gigi anak adalah pelayanan kedokteran gigi spesialis yang melayani pencegahan penyakit dibidang kedokteran gigi pada anak, pengobatan, peningkatan kesehatan gigi anak.

Spesialis Kedokteran Gigi Anak RSUD Dumai bertekad dalam:

– Menyehatkan gigi anak-anak, membuat anak di rawat dengan tenang dan senang.

– Berkomitmen untuk membantu penanganan kesehatan gigi anak-anak yang berkebutuhan khusus.

– Berkomitmen berkomunikasi secara terbuka dengan orang tua dalam pelaksanaan tindakan kesehatan gigi.

– Bersama-sama dengan orang tua menyelesaikan permsalahan kesehatan gigi pada anak-anak.

Mengapa ke Kedokteran Gigi Anak?

– Merawat gigi anak dan memastikan gigi permanen anak tumbuh dan berkembang dengan baik.

– Mengedukasi orang tua untuk menjaga dan memantau pertumbuhan gigi dan rahang anak sehingga dapat mendeteksi potensi gangguan.

– Membantu mencegah atau mengobati gigi yang miring letaknya dan berjejal. Karena, kedua kondisi ini meningkatkan risiko pembusukan gigi dan masalah akibat kebersihan gigi yang buruk.

– Mengobati masalah gigi dan mulut pada anak sebelum kondisinya bertambah parah.

Perawatan Gigi Anak

– Merawat gigi anak dan memastikan gigi permanen anak tumbuh dan berkembang dengan baik.

– Mengedukasi orang tua untuk menjaga dan memantau pertumbuhan gigi dan rahang anak sehingga dapat mendeteksi potensi gangguan.

– Membantu mencegah atau mengobati gigi yang mirin letaknya dan berjejal. Karena, kedua kondisi ini meningkat kan resiko pembusukan gigi dan masalahmasalah akibat kebersihan gigi yang buruk.

– Mengobati masalah gigi dan mulut sebelum kondisinya bertambah parah.

Yuk, secara rutin kita rawat kesehatan gigi anak sedini mungkin, agar sang buah hati kelak memiliki gigi yang indah, sehat nan kuat. Membiasakan si kecil merawat gigi sejak balita, juga akan melatih kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan gigi, gusi dan kebersihan rongga mulut.

Kalau orang tua kesulitan untuk membentuk kebiasaan ini, coba diskusi dengan dokter gigi anak di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai bersama drg. Fitria Sari,Sp.KGA untuk memecahkan masalahnya.

  • Bagikan