Google Bakal Pecat Pegawai yang Tidak Mau Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19
Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Charles Platiau)

Menit.co.id – Google bakal memecat pegawainya jika tidak mau Vaksin COVID-19 yang merupakan bagian dari mandat Presiden AS Joe Biden.

Dalam mandat tersebut, Presiden Biden mewajibkan badan pemerintahan, kontraktor, dan berbagai perusahaan untuk suntik Vaksin COVID-19 kepada pegawainya.

Termasuk peraturan yang mewajibkan perusahaan yang punya 100 pegawai ke atas untuk memvaksinasi pegawai atau melakukan tes swab seminggu sekali.

Dalam memo yang di kirimkan Google ke pegawainya, mereka memberikan waktu sampai 3 Desember untuk memberikan bukti vaksinasi ataupun surat izin pengecualian (untuk tidak vaksinasi) dari segi medis atau agama.

Lebih lanjut, pegawai Google yang tidak memberikan data tersebut sampai 13 Januari akan di paksa cuti selama 30 hari.

Dan jika dalam 30 hari itu mereka tetap tak bisa memenuhi syarat tersebut, mereka akan di paksa cuti tanpa gaji sampai dengan enam bulan, dan kemudian di pecat.

Google sendiri tidak mengiyakan ataupun menepis kebijakan baru ini, demikian di kutip detikINET dari The Verge, Rabu (15/12/2021).

“Seperti yang kami pernah nyatakan sebelumnya. Kewajiban vaksinasi kami adalah salah satu cara paling penting yang bisa kami lakukan untuk menjaga keamanan pegawai dan membuat layanan kami tetap berjalan,” ujar Lora Lee Erickson, juru bicara Google.

“Kami berkomitmen untuk melakukan apapun untuk membantu pegawai kami yang bisa mendapat vaksinasi. Dan kami akan bertahan dengan kebijakan vaksinasi kami,” tambahnya.

Namun tampaknya akan ada opsi lain untuk pegawainya yang mungkin tidak bisa mendapat vaksinasi. Yaitu mereka akan di bebaskan untuk bekerja dari luar kantor.

Karena kabarnya Google tak mau menerapkan tes swab secara rutin di kantornya.

Google pun sampai saat ini belum memutuskan kapan para pegawainya mulai kembali bekerja dari kantor, mengingat varian Omicron sudah mulai meluas penyebarannya.

Pegawai Google Terancam

Karyawan Google di peringatkan bakal kehilangan sebagian gajinya atau bahkan berakhir dengan pemecatan, jika tidak mematuhi kebijakan vaksinasi Covid-19 yang di terapkan perusahaan.

Pernyataan ini berdasarkan dokumen internal yang di rilis CNBC. Sebuah memo yang di edarkan oleh pimpinan Google mengatakan, karyawan memiliki waktu hingga 3 Desember 2021 untuk menyatakan status vaksinasi mereka dan mengunggah dokumentasi bukti telah melakukan vaksin.

Atau memperlihatkan surat yang menunjukkan pengecualian medis atau secara agama. Perusahaan mengatakan setelah awal Desember, akan mulai menghubungi karyawan yang belum mengunggah status mereka atau tidak divaksinasi, serta mereka yang mengajukan permintaan pembebasan dari vaksin tidak disetujui.

Dokumen itu mengatakan karyawan yang belum mematuhi aturan vaksinasi hingga batas waktu 18 Januari 2022 akan di paksa cuti sementara dengan tetap menerima gaji selama 30 hari. Setelahnya, perusahaan bakal merumahkan tanpa gaji selama 6 bulan untuk selanjutnya di pecat jika tidak segera mematuhi aturan.