Hidroponik Bantu Penuhi Nutrisi Anak Stunting

Ida, kader posyandu Kaswari melakukan panen hidroponik untuk operasional dan tambahan pemberian makanan tambahan bagi balita.

MENIT.CO.ID – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama kekurangan asupan zat gizi makro dan mikro dalam waktu lama.

Anak-anak adalah aset berharga suatu bangsa, dan masa depan suatu negara sangat tergantung pada generasi muda yang sehat dan kuat.

Namun, sayangnya, masalah stunting atau pertumbuhan terhambat pada anak-anak masih menjadi perhatian serius di banyak negara, terutama di negara-negara berkembang.

Stunting adalah kondisi ketika anak-anak mengalami gangguan pertumbuhan yang mengakibatkan tinggi badan dan berat badan mereka jauh di bawah standar yang seharusnya pada usia tertentu.

Stunting dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pertumbuhan fisik, mental, dan sosial. Salah satu cara untuk mencegah stunting adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Sayuran merupakan salah satu sumber nutrisi yang penting bagi anak, terutama sayuran hijau yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat.

Hidroponik adalah salah satu metode budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah. Metode ini menggunakan media tanam yang berupa air dan nutrisi.

Hidroponik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan budidaya tanaman konvensional, salah satunya adalah menghasilkan sayuran yang lebih sehat dan bebas dari pestisida.

Sayuran hidroponik memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran konvensional. Hal ini dikarenakan sayuran hidroponik tidak terpapar pestisida dan herbisida, sehingga nutrisinya tidak terkontaminasi.

Kandungan nutrisi yang tinggi pada sayuran hidroponik dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, terutama anak stunting.

Sayuran hidroponik dapat menjadi sumber vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, sayuran hidroponik juga dapat ditanam di pekarangan rumah atau lahan yang terbatas.

Hal ini menjadikan sayuran hidroponik sebagai solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan lahan.

Kelompok Sehati Giat Hidroponik Penuhi Nutrisi Anak Stunting

Kelompok Sehati di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau, berupaya untuk membantu memenuhi nutrisi anak stunting dengan menanam hidroponik.

Kelompok ini terdiri dari ibu-ibu posyandu yang selama ini menjadi bagian dari binaan program Pertamina Sehati milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU II Dumai.

Posyandu Kaswari salah satu dari jaringan Kelompok Sehati adalah salah satu contoh yang sudah memberikan bukti nyata dalam menjalankan hidroponik untuk penuhi nutrisi anak stunting.

Hal itu bisa dilihat dari hasil panen tanaman hidroponik. Di mana hasil panen itu dilakukan pemberian makanan tambahan kepada balita, terutama dengan status BGM (Bawah Garis Merah) dan stunting.

Ayuniar, Ketua Kelompok Posyandu Sehat Anak Tercinta dan Ibu (Sehati) mengatakan, “Kami ingin membantu para ibu untuk menyediakan sayuran dan buah-buahan segar bagi anak-anak mereka,” katanya.

“Sayuran hidroponik ini lebih sehat dan bebas pestisida, sehingga aman untuk dikonsumsi anak-anak,” kata Ayuniar saat berbincang dengan media ini, Senin (4/9/2023).

Katanya, Kelompok Sehati melalui beberapa Posyandu telah menanam berbagai jenis sayuran hidroponik, bayam, sawi sendok (pokcoy), dan selada. Mereka memanfaatkan lahan di sekitar rumah mereka untuk menanam sayuran tersebut.

Salah satunya seperti yang disampaikan Ida dari Kader Posyandu Kaswari. “Kami sudah panen dengan hasil total 95,9 kilogram pokcoy dan selada dari 6 unit hidroponik,” katanya.

Kemudian dari hasil panen ini, kata Ida, digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional posyandu serta memberikan makanan tambahan kepada balita yang membutuhkan.

“Posyandu Kaswari melakukan penanaman hidroponik dengan tujuan kepada ibu dan balita dengan harapan dapat mendukung penurunan angka kasus gizi buruk di Kota Dumai,” jelasnya.

Bukan itu saja, kualitas kader posyandu diharapkan dapat meningkat dan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dapat diwujudkan melalui menanam hidroponik yang sudah di dukung oleh program Pertamina Sehati.

Disisi lain, Ayuniar menerangkan bahwa program ini juga sebagai bentuk pembinaan agar posyandu dapat mandiri dalam menjalankan operasionalnya dan menelurkan inovasi kreatif untuk mengentaskan isu sosial terutama di area kesehatan ibu dan anak.

“Tumbuhan hidroponik bermanfaat untuk penuhi nutrisi anak stunting. Hidroponik yang berada di bawah naungan Kelompok Sehati saat ini terdiri dari selada, sawi, pokcoy serta tanaman obat yang dapat di tanam dengan metode hidroponik,” kata Ayuniar.

Menurutnya, hasil penjualan hidroponik nantinya bisa digunakan untuk membeli paket tambahan gizi bagi anak stunting yang selama ini menjadi prioritas berbagai pihak, terutama di Kota Dumai.

“Hidroponik adalah contoh bagaimana teknologi pertanian dapat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan seperti stunting pada anak-anak. Dengan pendekatan yang tepat dan komitmen untuk menyediakan nutrisi yang cukup, kita dapat membuat perbedaan signifikan dalam kehidupan anak-anak yang terkena dampak stunting, memungkinkan mereka untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” pungkasnya.

Tips Posyandu Kaswari Menanam Hidroponik Bantu Penuhi Nutrisi Anak Stunting

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Hal ini dapat menyebabkan anak tumbuh dengan tinggi badan yang kurang dari standar usianya.

Salah satu upaya untuk mencegah stunting adalah dengan meningkatkan asupan makanan bergizi, khususnya sayuran. Sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hidroponik Posyandu Kaswari
Perwira PT KPI RU II bersama kader posyandu melakukan panen hidroponik untuk operasional dan tambahan pemberian makanan tambahan bagi balita.

Posyandu Kaswari di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau, melakukan inovasi dengan menanam sayuran hidroponik untuk membantu memenuhi nutrisi anak stunting.

Inovasi ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan ketersediaan sayuran segar dan berkualitas di lingkungan sekitar posyandu.

Berikut adalah beberapa tips posyandu Kaswari dalam menanam hidroponik untuk membantu memenuhi nutrisi anak stunting:

  • Pilihlah tanaman yang mudah tumbuh dan memiliki nilai gizi tinggi. Beberapa tanaman hidroponik yang cocok untuk anak stunting adalah kangkung, sawi, bayam, dan selada.
  • Gunakan media tanam yang sesuai. Media tanam yang baik untuk hidroponik adalah rockwool, cocopeat, dan arang sekam.
  • Siapkan larutan nutrisi yang tepat. Larutan nutrisi yang tepat akan membantu tanaman tumbuh dengan baik dan menghasilkan sayuran yang berkualitas.
  • Lakukan perawatan secara rutin. Perawatan yang rutin diperlukan untuk menjaga kesehatan tanaman dan memastikan produktivitasnya.

Hasil panen sayuran hidroponik ini kemudian dibagikan kepada para ibu hamil dan anak stunting di wilayah sekitar posyandu. Selain itu, posyandu Kaswari juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi sayuran hidroponik untuk mencegah stunting.

Edukasi ini dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti penyuluhan dan demonstrasi memasak. Inovasi posyandu Kaswari ini bisa menjadi contoh bagi posyandu lainnya di Indonesia untuk melakukan upaya pencegahan stunting melalui penanaman hidroponik.

Sebagai data pendukung, bahwa Kelompok Sehati ini terdiri kader posyandu dari 13 posyandu Ibu dan Balita di Kelurahan Jaya Mukti dan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.

Pemerintah Dukung Program Hidroponik Cukupi Nutrisi Anak Stunting

Kesehatan anak-anak adalah aset berharga bagi masa depan suatu negara. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah kota untuk terlibat aktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anak-anak.

Salah satu tantangan besar dalam hal ini adalah masalah stunting, yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan intelektual anak-anak.

Pemerintah Kota Duami telah melangkah maju dalam upaya mengatasi masalah ini dengan mendukung program hidroponik untuk memenuhi nutrisi anak-anak yang menderita stunting.

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik anak terhambat akibat kurangnya nutrisi yang cukup selama masa pertumbuhan awal mereka.

Hal ini dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan jangka panjang dan kemampuan belajar anak-anak.

Meskipun penanganan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, upaya untuk memberikan nutrisi yang cukup menjadi langkah awal yang sangat penting.

Program hidroponik yang mendapat dukungan oleh pemerintah Kota Duami adalah salah satu cara inovatif untuk memenuhi nutrisi anak-anak yang menderita stunting.

Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah yang memanfaatkan larutan nutrisi khusus untuk menyediakan unsur-unsur gizi penting bagi tanaman.

Wali Kota Dumai, Paisal memberikan alasanya terkait dukungan pemerintah daerah terhadap program hidroponik bantu penuhi nutrisi anak stunting yang sedang dilakukan oleh Kelompok Sehati.

Menurutnya, dalam hidroponik, nutrisi diberikan secara langsung kepada tanaman, sehingga tanaman dapat mengambil nutrisi dengan efisiensi tinggi. “Hal ini memastikan bahwa tanaman yang tumbuh dalam sistem hidroponik memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi daripada tanaman yang tumbuh di tanah biasa,” katanya.

Kata Paisal, dalam hidroponik, lingkungan pertumbuhan tanaman dapat dikontrol dengan sangat baik, termasuk suhu, kelembaban, dan pH larutan nutrisi. “Ini memungkinkan tanaman untuk tumbuh dengan optimal sepanjang tahun, tanpa terganggu oleh perubahan cuaca eksternal,” tuturnya.

Dilanjutkan Wali Kota Dumai, program hidroponik juga memberikan kesempatan untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya nutrisi dan pertanian berkelanjutan. “Apa yang sudah dilakukan oleh Kelompok Sehati ini dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang stunting dan cara mencegahnya melalui program hidroponik,” ujarnya.

PT KPI Unit Dumai Dorong Keberlanjutan Posyandu

Posyandu, atau Pos Pelayanan Terpadu, merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang menjadi tulang punggung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Posyandu adalah tempat di mana pelayanan kesehatan dasar, seperti imunisasi, pemeriksaan pertumbuhan balita, pelayanan ibu hamil, dan penyuluhan kesehatan, dapat diakses oleh seluruh warga tanpa hambatan.

Keberlanjutan Posyandu sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Salah satu perusahaan yang berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan Posyandu adalah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Dumai.

PT KPI Unit Dumai adalah perusahaan yang memiliki komitmen kuat terhadap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan berupaya berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitarnya.

Salah satu fokus utama dari inisiatif CSR mereka adalah mendukung keberlanjutan Posyandu. Berikut beberapa langkah konkret yang telah diambil oleh PT KPI Unit Dumai dalam mendukung keberlanjutan Posyandu.

PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit Dumai, Provinsi Riau, memberikan bantuan hidroponik berisi tanaman pokcoy atau sawi sendok dan selada kepada enam posyandu untuk memenuhi kebutuhan operasional dan dana untuk pemberian makanan tambahan bagi balita.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Dumai Agustiawan, mengatakan bantuan tersebut merupakan program Pertamina Sehati sebagai respons terhadap masalah gizi buruk.

Dari data pemerintah daerah diketahui untuk Kota Dumai angka gizi buruk pada balita mencapai 23 persen pada 2021.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kader posyandu, mendorong kegiatan berkelanjutan yang bersifat ekonomi, serta membangun hubungan positif antara perusahaan dan masyarakat dengan melaksanakan tanggung jawab sosial di wilayah sekitar kilang Dumai, ” katanya.

Melalui program Pertamina Sehati ini, kata dia, diharapkan dapat mendukung penurunan angka kasus gizi buruk di Kota Dumai, khususnya di Kecamatan Dumai Timur. Selain itu, kualitas kader posyandu diharapkan dapat meningkat dan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dapat diwujudkan.

“Program ini juga sebagai bentuk pembinaan agar posyandu dapat mandiri dalam menjalankan operasionalnya dan menelurkan inovasi kreatif untuk mengentaskan isu sosial terutama di area kesehatan ibu dan anak,” katanya.

Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.