Keputusan Larangan Mudik Lebaran 2021 Demi Kebaikan Jangka Panjang

  • Bagikan
Keputusan Larangan Mudik Lebaran 2021 Demi Kebaikan Jangka Panjang
Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito

Menit.co.id – Keputusan larangan mudik lebaran 2021 tidak mudah diambil. Namun, keputusan ini diambil pemerintah demi mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, mengatakan, larangan mudik Lebaran 2021 bagi ASN, TNI, Polri, hingga karyawan BUMN dan swasta yang telah diputuskan pemerintah demi kebaikan jangka panjang.

Wiku dalam keterangan pers di Jakarta pada Rabu (31/3/2021), menyampaikan, larangan mudik Lebaran tersebut berlaku mulai 6–17 Mei 2021. Keputusan yang diambil ini tidaklah mudah.

Menurutnya, pemerintah memutuskan pelarangan mudik Lebaran 2021 demi mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Pasalnya, lonjakan yang kerap terjadi akibat beberapakali momentum libur panjang yang terjadi selama tahun 2020, termasuk libur Natal dan Tahun Baru.

Jika angka kasus kembali naik, maka berdampak langsung terhadap keterisian tempat tidur rumah sakit. “Yang paling kita takutkan, tentunya adalah naiknya angka kematian,” kata Wiku.

Melihat perkembangan penanganan Covid-19 saat ini, Indonesia telah berhasil menurunkan penambahan kasus baru Covid-19 selama beberapa bulan terakhir.

Sehingga diharapkan dengan adanya pelarangan mudik Lebaran dapat mencegah transmisi Covid-19 dari orang per orang akibat tingginya mobilitas masyarakat yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Keputusan untuk mengeluarkan kebijakan larangan mudik, bukanlah keputusan yang mudah. Terlebih, mengingat ini adalah momentum kedua Lebaran, yang kita lewati di tengah masa pandemi,” kata Wiku.

Meski demikian, keputusan tegas ini harus diambil pemerintah setelah melalui pertimbangan risiko untuk dampak jangka panjang.

Dan hal ini dilakukan demi kebaikan bersama. Masyarakat diharapkan menaati keputusan ini agar Indonesia segera terbebas dari pandemi Covid-19.

“Sehingga kelak masyarakat bisa kembali berkumpul bersama keluarga di perayaan-perayaan besar berikutnya,” ujar Wiku.

  • Bagikan