Omicron Covid Meresahkan, DPR Minta Pemerintah Bergerak Cepat

Omicron Covid

Menit.co.id – Omicron Covid meresahkan dunia setelah di tetapkan sebagai variant of concern oleh WHO. Anggota DPR minta pemerintah bergerak cepat agar tak kecolongan.

“Intinya harus gerak cepat. Jangan terlambat dan kecolongan,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Charles meminta pemerintah untuk cepat menanggapi perkembangan varian Omicron ini.

Charles juga menyinggung bahwa Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sudah mengklasifikasi varian Omicron menjadi variant of concern karena indikasi bisa menyebar dengan sangat cepat.

“Pemerintah harus cepat dalam menanggapi berbagai perkembangan terkait penularan COVID-19 di dunia. Screening dan karantina bagi pelaku perjalanan yang datang dari negara-negara yang sudah terdampak oleh varian Omicron Covid harus di perketat,” ujar Charles.

Minta Masa Karantina Lebih Lama Tangkal Varian Omicron

Lebih lanjut, Charles juga meminta pelaku perjalanan dari Afrika Selatan untuk melakukan karantina lebih lama. Dia menyebut ketentuan masuk ke Indonesia harus di perbarui secara cepat.

“Pelaku perjalanan dari Afrika Selatan dan Botswana, misalnya, harus menjalani karantina lebih lama daripada pelaku perjalanan lainnya. Daftar negara terkait hal ini harus terus di perbaharui secara cepat dengan memperhatikan perkembangan situasi di berbagai negara,” tegas politikus PDIP ini.

Charles juga mendesak jumlah uji whole genome sequencing di dalam negeri terus di perbanyak. Hal ini agar bisa terus melakukan pengawasan secara akurat terkait varian-varian yang sedang dominan di Indonesia.

“Selain itu, upaya percepatan vaksinasi harus terus di tingkatkan lagi. Kita tentunya berharap seluruh rakyat Indonesia bisa segera mendapatkan perlindungan dari COVID-19 melalui vaksinasi. Walaupun vaksinasi tidak sepenuhnya menghentikan penularan, sampai saat ini para peneliti masih meyakini bahwa vaksin memberikan perlindungan dari sakit keras dan kematian,” imbuhnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS