Pentingnya Gaya Hidup Sehat dalam Mencegah Kanker

Pentingnya Gaya Hidup Sehat dalam Mencegah Kanker

MENIT.CO.ID – Menjaga gaya hidup yang sehat memiliki peran yang sangat penting dalam mengurangi risiko terkena kanker. Semakin sehat gaya hidup seseorang, semakin kecil kemungkinannya untuk mengidap penyakit tersebut.

Kanker bukanlah penyakit yang utamanya disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Sebaliknya, faktor eksternal, seperti gaya hidup, menjadi penyebab utama terjadinya kanker.

Pola hidup sehat adalah salah satu contoh dari faktor eksternal tersebut. Meskipun faktor genetik juga memainkan peran, kontribusinya relatif kecil.

Menurut Pratiwi Astar, Humas Yayasan Kanker Indonesia, sekitar 90 persen kasus kanker disebabkan oleh faktor eksternal, sementara hanya sekitar 10 persen yang disebabkan oleh faktor genetik.

“Kebiasaan merokok dan paparan asap rokok merupakan contoh dari faktor eksternal ini. Oleh karena itu, meskipun seseorang tampak sehat, gaya hidup yang dijalani saat ini dapat memiliki dampak yang jelas terlihat pada kesehatan 20 tahun ke depan,” ungkap Pratiwi di Indonesia Design District, PIK 2, Banten.

Selain merokok, Pratiwi juga menekankan pentingnya pola makan yang sehat dalam gaya hidup yang harus diperhatikan. Konsumsi makanan instan, kalengan, dan makanan olahan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

Namun, kita juga tidak bisa mengabaikan fakta bahwa jenis makanan ini umum dikonsumsi oleh masyarakat, termasuk di antaranya adalah kalangan yang masih muda. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah penderita kanker dengan usia yang relatif muda.

Pratiwi juga mencatat bahwa saat ini, ada banyak penderita kanker yang berusia di bawah 50 tahun. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.

“Pola hidup yang tidak sehat pada usia muda, misalnya pada usia 15 tahun, dapat berdampak pada terjadinya kanker ketika mencapai usia 30 tahun,” katanya.

Selain menjalani gaya hidup sehat, ada hal lain yang tak kalah penting dalam melindungi diri dari kanker, yaitu meningkatkan pengetahuan tentang kanker.

Namun, masih banyak penyebaran informasi yang salah mengenai kanker. Bahkan, beberapa orang enggan untuk membicarakan tentang kanker karena dianggap sebagai topik yang tabu.

“Masyarakat masih menganggap kanker sebagai topik yang tabu,” ujar Nabila Astari, Communications Lead MSD Indonesia.

Dalam era digital seperti sekarang, informasi tentang kanker sebenarnya mudah didapatkan. Masyarakat dapat mengikuti akun Instagram @ngobrolinkanker untuk mendapatkan informasi yang akurat. Selain itu, Yayasan Kanker Indonesia juga memiliki akun media sosial yang aktif dalam memberikan edukasi.

Langkah penting lainnya adalah melakukan pemeriksaan (screening) secara berkala. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kanker, penanganan dapat dilakukan lebih cepat pada tahap awal, sehingga peluang untuk sembuh pun lebih besar.

“Bagi mereka yang berusia di atas 25 tahun, sebaiknya melakukan pemeriksaan skrining kanker. Pada perempuan, kanker payudara dan kanker serviks adalah yang paling umum, sedangkan pada pria, dapat dimulai dengan pemeriksaan kanker paru-paru atau prostat,” ungkap Pratiwi.