Perbedaan Buah Pisang Ambon dan Pisang Cavendish

Buah Pisang Ambon
A vendor displays bananas at his stall in Somalia capital Mogadishu as Muslims prepare for the fasting month of Ramadan, the holiest month in the Islamic calendar, July 8 2013. REUTERS/Feisal Omar (SOMALIA - Tags: FOOD SOCIETY RELIGION)

Menit.co.id – Sekilas buah pisang Ambon dan pisang Cavendish memiliki penampilan serupa, baik dari segi bentuk, ukuran, cita rasa, maupun aroma.

Meski demikian, tak sedikit orang berpendapat bahwa buah pisang Ambon memiliki cita rasa lebih manis ketimbang buah pisang Cavendish.

Masyarakat berpendapat bahwa pisang ambon lebih manis. Banyak orang mengira bahwa kandungan kalori jenis pisang Ambon lebih tinggi dari pada pisang Cavendish.

Sebenarnya tidak demikian. Cita rasa pisang Ambon memang sering kali lebih manis karena rata-rata pisang Ambon yang beredar di pasaran sudah berada dalam kondisi matang pohon.

Kemudian beda dengan pisang Cavendish yang di petik dari pohon dalam kondisi setengah matang sebelum di impor ke dalam negeri.

“Semakin matang suatu jenis buah, kandungan gulanya akan kian bertambah,” kata Emilia.

Kemudian dari segi gizi, pisang Ambon dan pisang Cavendish memiliki komposisi kandungan nutrisi yang relatif sama per gramnya.

Karenanya, Anda hanya perlu mempertimbangkan faktor selera dalam memilih satu di antara keduanya.

Bila tidak ada masalah dari segi selera, Emilia menganjurkan Anda untuk memilih jenis buah yang tumbuh di dalam negeri dari pada produk buah impor.

Meski petani lokal masih memiliki kelemahan dari segi standardisasi pemakaian pestisida, secara umum buah-buahan yang di produksi secara lokal memiliki kualitas lebih baik di bandingkan buah impor.

Pasalnya, buah-buahan lokal di panen dalam kondisi paling mendekati matang sempurna sehingga kandungan nutrisi dapatkan bisa optimal.

Beda dengan buah impor yang sudah di panen sebelum matang benar demi memelihara daya tahannya selama proses pendistribusian.

Keunikan Orang Somalia Makan Buah Pisang

Setiap negara dan masyarakatnya memiliki tradisi dan budaya yang unik. Keunikan ini jadi satu tanda dan ciri identitas satu kelompok masyarakat, demikian juga tradisi cara makannya.

Di lansir dari TheHuffingtonPost, kebanyakan orang menyantap pisang sebagai buah. Tapi berbeda bagi masyarakat Somalia yang menyantap pisang sebagai lauk.

Somalia adalah negara dengan penduduk yang paling banyak mengungsi, menurut catatan PBB ada sekitar dua juta orang Somalia tinggal di luar negara mereka.

Pengungsi Somalia tinggal secara berkelompok dan kebiasaan mereka pasti jelas terekspose oleh orang sekitar.

Ada satu hal yang menjadi perhatian yakni cara mereka makan pisang, bukan di jadikan pencuci mulut melainkan di makan bersama nasi.

Masyarakat Somalia menyantap pisang sebagai teman makan nasi pada siang ataupun malam hari.

Pisang di sajikan dengan cara di potong dan di campur bersama makanan utama seperti nasi, pasta dan makanan berat lainnya.

Banyaknya konsumsi pisang pada makanan utama masyarakat Somalia di pengaruhi oleh produksi pisang yang sangat berlimpah di Somalia.

Buah Pisang Somalia tumbuh subur dan negara ini juga di kenal sebagai penghasil pisang terbesar di Afrika.