Pilihan Obat Batuk yang Tepat Sesuai dengan Keluhannya

  • Bagikan
Pilihan Obat Batuk yang Tepat Sesuai dengan Keluhannya

Menit.co.id – Tidak semua batuk disebabkan oleh COVID-19. Namun, batuk yang Anda derita di kala pandemi tetap bisa membuat orang merasa was-was dan menjauh.

Hal ini tentu dapat mengganggu hubungan sosial dan komunikasi Anda. Namun, jangan panik dulu. Segera atasi keluhan batuk Anda dengan obat batuk yang tepat.

Ketika mengalami batuk di masa pandemi, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah batuk disebabkan oleh infeksi virus Corona atau tidak.

Sebelum Anda terkonfirmasi negatif COVID-19, Anda memang perlu melakukan isolasi mandiri dan menjaga jarak dengan orang-orang.

Namun, baik itu COVID-19 maupun penyakit lainnya, batuk bisa menimbukan rasa tidak nyaman. Belum lagi jika batuk disertai berbagai keluhan lainnya yang juga sama mengganggunya. Oleh karena itu, batuk perlu diatasi dengan obat yang tepat.

Pilihan Obat Batuk yang Tepat Sesuai dengan Keluhannya

Pilihan obat batuk ada beragam dan harus jeli dalam memilihnya. Berbeda keluhan yang Anda alami, berbeda pula obat batuk yang dibutuhkan. Agar pilihan Anda tepat, berikut adalah panduan memilih obat batuk berdasarkan keluhan yang dirasakan:

1. Batuk dan hidung tersumbat
Batuk yang disertai dengan hidung tersumbat bisa membuat Anda sulit untuk mencium bau dan sulit untuk bernapas sehingga tidur juga bisa terganggu.

Saat mengalami keluhan ini, Anda dapat mengonsumsi obat batuk yang mengandung dextromethorphan HBr, doxylamine succinate, dan pseudoephedrine.

Dextromethorphan Hbr berfungsi untuk menghentikan batuk dengan cara menekan dorongan batuk yang berasal dari otak.

Sementara itu, doxylamine succinate dan pseudoephedrine berfungsi untuk mengurangi pembengkakan di jaringan dan pembuluh darah hidung yang menyebabkan hidung tersumbat.

2. Batuk disertai bersin
Saat Anda mengalami batuk sekaligus bersin-bersin, jenis batuk yang diderita kemungkinan adalah batuk alergi. Batuk seperti ini biasanya juga disertai dengan keluhan lain, seperti hidung gatal, meler, dan mata gatal, yang bisa membuat Anda sulit berkonsentrasi.

Untuk mengatasi batuk alergi, obat batuk yang sebaiknya diminum adalah yang mengandung dextromethorphan HBr dan diphenhydramine HCl.

Dengan kombinasi ini, batuk akan diatasi oleh dextromethorphan Hbr, sementara gejala alergi lain akan diatasi oleh diphenhydramine HCl.

3. Batuk kering
Meski keluhan yang terjadi hanya batuk, batuk kering dapat menyebabkan Anda merasa sangat tidak nyaman. Dorongan batuk pada batuk kering biasanya sangat sulit untuk ditahan, bahkan hingga menyebabkan tenggorokan kering, dada terasa sakit, dan sulit tidur karena terlalu sering batuk.

Untuk mengatasinya, Anda perlu mengonsumsi obat batuk yang mengandung kombinasi dextromethorphan Hbr dengan antihistamin chlorphenamine maleate.

Kombinasi kedua bahan ini dapat menekan batuk, meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan, dan membantu Anda untuk tidur lebih nyenyak di malam hari.

4. Batuk berdahak
Batuk berdahak merupakan batuk yang disertai keluarnya lendir dari tenggorokan. Keluarnya dahak ini sebenarnya merupakan hal yang baik, karena menandakan bahwa tubuh sedang berupaya membersihkan saluran napas dari zat yang mengiritasi.

Namun, jika berkelanjutan dan berlebihan, batuk berdahak bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan sesak. Tidak jarang dahak terasa menyangkut dan menumpuk, tapi tidak bisa dikeluarkan.

Untuk mengatasinya, Anda perlu mengonsumsi obat batuk yang mengandung bromhexine HCL dan guafanesin. Bromhexine HCL dan guafanesin bertindak sebagai pengencer dahak, sehingga dahak dapat lebih mudah dikeluarkan.

Obat batuk yang tepat bisa menghilangkan keluhan Anda lebih cepat. Dengan begitu, Anda bisa segera menjalani aktivitas dan komunikasi tanpa gangguan lagi.

Untuk mengoptimalkan penyembuhan, Anda juga disarankan untuk memperbanyak istirahat, minum air putih yang cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Apabila Anda sudah minum obat batuk tapi batuk maupun gejala yang menyertainya tidak kunjung reda atau malah bertambah parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

[Alodokter]

  • Bagikan