Pola Hidup Sehat dengan Penerapan Pedoman Gizi Seimbang

  • Bagikan
Pola Hidup Sehat dengan Penerapan Pedoman Gizi Seimbang
Pola Hidup Sehat

Menit.co.id – Seiring berkembangnya kebutuhan pola hidup sehat, pedoman tersebut berubah. Saat ini kebanyakan negara, termasuk Indonesia, diperkenalkan pada pola hidup sehat dengan pedoman piramida makanan atau piring makanan.

Di beberapa negara Eropa memperkenalkan pola makan sehat dengan pembagian porsi makanan melalui piring. Sementara itu, di Indonesia menggunakan piramida gizi seimbang.

Namun, prinsip dasar dari pedoman makan sehat tersebut sebenarnya sama yaitu menerapkan gizi seimbang.

Penerapan Pedoman Gizi Seimbang

Gizi seimbang adalah susunan asupan makanan sehari-hari berdasarkan jenis dan jumlah zat gizinya disesuaikan dengan kebutuhan harian tubuh.

Kebutuhan gizi dini dipenuhi dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan mempertahankan berat badan normal. Hal ini dilakukan untuk mencegah gangguan gizi.

Gizi seimbang yaitu apabila asupan makanan cukup secara kuantitas, kualitas, dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Tujuannya agar kesehatan tubuh terjaga, pertumbuhan sempurna (pada anak-anak), zat gizi tersimpan, dan aktivitas dan fungsi kehidupan sehari-hari berjalan optimal.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ada sepuluh pedoman gizi seimbang yang perlu dipahami, yaitu:

  • Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok.
  • Batasi konsumsi panganan manis, asin, dan berlemak.
  • Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal.
  • Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi.
  • Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
  • Biasakan sarapan pagi.
  • Biasakan minum air putih yang cukup dan aman.
  • Banyak makan buah dan sayur.
  • Biasakan membaca label pada kemasan pangan.
  • Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan.

Penerapan gizi seimbang pada pola hidup sehat pada prinsipnya terdapat empat pilar. Pada dasarnya, keempat prinsip ini adalah upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang masuk dan keluar, serta mengontrol berat badan secara teratur.

Adapun empat pilar gizi seimbang, yaitu:

Mengonsumsi Aneka Ragam Makanan
Tidak ada makanan yang mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Misalnya, nasi mengandung kalori, namun ia rendah vitamin dan mineral. Sayur dan buah mengandung kaya vitamin, mineral dan serat, tapi mereka rendah kalori dan protein. Maka dari itu, kamu dianjurkan mengonsumsi beraneka ragam makanan secara rutin setiap hari. Konsumsinya harus dalam proporsi makanan yang seimbang dengan jumlah cukup dan tidak berlebihan.

Perilaku Hidup Bersih
Perilaku hidup bersih bermanfaat untuk mencegah tubuh dari infeksi penyakit. Infeksi adalah salah satu faktor penting yang memengaruhi status gizi. Orang yang mengalami penyakit infeksi dapat mengalami penurunan nafsu makan, sehingga zat gizi yang masuk ke tubuh pun berkurang. Ketika tubuh terinfeksi, ia membutuhkan lebih banyak asupan zat gizi. Hal ini menunjukkan bahwa kekurangan gizi dan infeksi penyakit memiliki hubungan.

Rutin Beraktivitas Fisik
Aktivitas fisik adalah semua kegiatan tubuh, termasuk olahraga yang menjadi salah satu cara untuk menyeimbangkan keluar dan masuknya zat gizi, terutama sumber energi utama dan tubuh. Aktivitas fisik juga bermanfaat dalam memperlancar metabolisme, termasuk metabolisme zat gizi. Sebaiknya lakukan aktivitas fisik setidaknya 3 kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit per sesi.

Mempertahankan Berat Badan Normal
Salah satu ukuran yang menunjukan bahwa terjadi keseimbangan gizi dalam tubuh yaitu memiliki berat badan yang seimbang dalam Indeks Massa Tubuh (IMT). Penerapan pola hidup gizi seimbang akan mencegah dari kelebihan atau kekurangan berat badan.

Menurut data Departemen Kesehatan RI, di Indonesia penerapan gizi seimbang dimaksudkan untuk memberi perubahan ke arah yang lebih baik. Seperti prevalensi stunting yang mengalami penurunan dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 30,2 persen pada tahun 2018.

Namun, di sisi lain, angka obesitas mengalami peningkatan dari 14,8 persen pada tahun 2013 menjadi 21,8 persen pada tahun 2019. Itulah sebabnya, prinsip gizi seimbang sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan.

  • Bagikan