Poliklinik Paru RSUD Dumai: Menjaga Kesehatan Paru-Paru Penting

  • Bagikan
Poliklinik Paru RSUD Dumai: Menjaga Kesehatan Paru-Paru Penting

Menit.co.id – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru, salah satunya adalah menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari polusi udara.

Terganggunya paru-paru tentu meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti bronkitis, pneumonia, asma, dan tuberkulosis.

Paru-paru adalah salah satu organ dalam tubuh yang berhubungan dengan sistem pernapasan. Paru-paru memiliki fungsi menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah.

Dengan begitu, terganggunya kerja paru-paru memengaruhi fungsi tubuh dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, jangan khawatir, dr. Dewi Murni Manihuruk, Sp.P akan memberikan beberapa cara sederhana bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru.

Inilah Cara Sederhana Jaga Kesehatan Paru-Paru

Ada beberapa gejala yang menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada paru-paru, seperti alami sesak napas, kesulitan bernapas, mengalami batuk yang tidak kunjung hilang, merasa tidak nyaman ketika batuk, dan batuk yang bercampur dengan darah atau lendir.

Kondisi ini dapat diatasi sesuai dengan penyebab gangguan yang terjadi pada paru-paru. Namun, tidak ada salahnya untuk mencegah kondisi ini dengan menjaga kesehatan paru-paru agar tetap maksimal dalam menjalankan fungsinya.

Berikut ini cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mendapatkan paru-paru yang sehat, yaitu:

1. Rajin Berolahraga
Dilansir dari Medical News Today, rajin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan juga mental kamu. Ya, rutin berolahraga membuat paru-paru menjadi lebih sehat.

Tidak hanya itu, rutin olahraga juga menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Rutin berolahraga juga meningkatkan kualitas sistem pernapasan kamu.

Jika kamu ingin mengetahui jenis olahraga yang baik untuk kesehatan paru-paru, kamu bisa konsultasi langsung ke dokter melalui Poliklinik Spesialis Paru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai.

2. Hentikan Kebiasaan Merokok
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, kebiasaan merokok menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dalam tubuh, termasuk pada paru-paru. Merokok dapat sebabkan kerusakan pada kantung udara kecil dan saluran udara pada paru-paru.

Tidak hanya itu, penyebab kanker paru-paru yang paling banyak adalah kebiasaan merokok. Perokok aktif lebih berisiko mengalami gangguan pada paru-paru dibandingkan perokok pasif. Jadi, mulai sekarang, tidak ada salahnya untuk hentikan kebiasaan merokok.

3. Konsumsi Makanan yang Mengandung Antioksidan
Dilansir dari Healthline, cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru dengan mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan antioksidan di dalamnya.

Antioksidan memiliki fungsi untuk menjaga sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas yang berbahaya. Kamu dapat mengonsumsi beberapa makanan, seperti dark chocolate, sayuran hijau, stroberi, dan kacang-kacangan untuk mendapatkan asupan antioksidan dalam tubuh.

4. Rajin Cuci Tangan
Berdasarkan American Lung Association, rajin mencuci tangan menjadi cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru. Gangguan paru-paru dapat disebabkan oleh berbagai penyakit lain, seperti flu.

Tidak ada salahnya untuk tetap menjaga tangan tetap bersih agar terhindar dari gangguan penyakit yang dapat sebabkan komplikasi pada paru-paru.

5. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan secara Rutin
Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin tiap tahunnya. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, kamu mengetahui kesehatan kamu yang sesungguhnya.

Dengan begitu, gangguan yang ada pada tubuh dapat segera diatasi sejak dini. Kondisi ini dapat menghindari kamu dari komplikasi yang mungkin terjadi.

Itulah beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru. Jangan lupa untuk hindari berbagai polusi udara agar kesehatan paru-paru kamu tetap terjaga.

Konsultasi ke Dokter Spesialis Paru

Jika Anda membutuhkan diagnosis untuk kondisi paru-paru atau Anda ingin tahu penyebab kesulitan bernapas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis paru (Sp.P). Inilah yang perlu Anda ketahui tentang dokter spesialis paru.

Apa itu dokter spesialis paru?

Dokter spesialis paru adalah dokter ahli dalam sistem pernapasan, mereka menangani penyakit dari tenggorokan hingga paru-paru. Jika gejala penyakit Anda melibatkan paru-paru atau bagian lain dari sistem pernapasan, dokter spesialis paru akan membantu mengobati penyakit Anda.

Pulmonologi adalah cabang ilmu kedokteran penyakit dalam di mana para dokter menjalani pelatihan yang intens. Mereka menerima gelar dengan menyelesaikan residensi penyakit dalam atau residensi ilmu penyakit paru atau pulmonologi, serta sering kali mencakup perawatan kritis dan pengobatan tidur.

Setelah itu, mereka harus mengikuti dan lulus ujian khusus, dan baru setelah itu mereka dapat menerima pasien sebagai dokter spesialis paru bersertifikat.

Meskipun sistem pernapasan sendiri merupakan sebuah spesialisasi, dokter spesialis paru dapat mengkhususkan diri lebih jauh. Beberapa dari dokter ini berfokus pada penyakit tertentu, seperti asma, fibrosis paru, dan PPOK, sementara yang lain menangani seperti pasien anak atau pasien geriatri.

Banyak penyakit paru-paru dan jantung yang menunjukkan gejala yang sama, sehingga dokter spesialis paru sering bekerja sama dengan dokter spesialis jantung saat mendiagnosis pasien.

Anda juga akan sering bertemu dengan dokter spesialis paru di dalam rumah sakit, seperti ruang bersalin, NICU, PICU, dan CCU. Pasien yang membutuhkan bantuan hidup atau ventilasi manual untuk bernapas akan dibantu oleh dokter spesialis paru yang mengawasi perawatan mereka.

Bagaimana Kemampuan Dokter Spesialis Paru?

Seorang dokter spesialis paru akan membantu pasien menghadapi masalah pernapasan yang serius atau kronis.

Meskipun dokter layanan primer dapat menangani kondisi ringan atau jangka pendek, seperti yang disebabkan oleh flu atau infeksi saluran pernapasan, Anda perlu menemui dokter spesialis paru untuk mendiagnosis, mengobati, dan menangani penyakit yang lebih kompleks, terutama yang memengaruhi paru-paru.

Jika Anda sedang berjuang dengan penyakit pernapasan, diagnosis yang akurat adalah langkah pertama pengobatan.

Dokter spesialis paru menggunakan prosedur seperti spirometri, pemeriksaan darah, rontgen dada, CT scan, bronkoskopi, dan pemantauan tidur untuk mendiagnosis penyakit paru-paru kronis.

Dokter mungkin meminta Anda untuk mengulangi tes meskipun Anda telah menyelesaikannya untuk memastikan hasilnya.

Setelah Anda mendapatkan diagnosis, dokter akan membuat rencana perawatan. Jika Anda memerlukan pembedahan, kemungkinan besar akan dilakukan oleh ahli bedah yang memiliki spesialisasi di bidang jantung dan paru-paru.

Selain itu, dokter akan menggunakan obat-obatan, terapi, dan rehabilitasi paru untuk membantu Anda kembali sehat.

Penyakit paru-paru sering kali berat dan membutuhkan perawatan jangka panjang, sehingga dokter spesialis paru akan bekerja sama dengan Anda dan keluarga serta tim perawatan kesehatan Anda.

Ini dapat membantu Anda dan orang yang Anda cintai memahami kondisi Anda.

Penyakit Apa Saja yang Ditangani Dokter Spesialis Paru?

Seorang dokter spesialis paru dapat mengobati berbagai macam masalah terkait paru-paru, seperti:

  • Asma: penyakit yang menimbulkan peradangan dan mempersempit saluran pernapasan, sehingga membuat Anda sulit bernapas.
  • Bronkiektasis: penyakit yang merusak saluran pernapasan sehingga melebar dan menjadi lembek atau menimbulkan jaringan parut.
  • Bronkitis: kondisi ketika saluran pernapasan meradang yang disertai batuk dan lendir berlebih, sehingga dapat menyebabkan infeksi.
  • Cystic fibrosis: penyakit yang disebabkan oleh perubahan pada gen yang membuat lendir lengket menumpuk di paru-paru.
  • Emfisema: penyakit yang merusak kantung udara di paru-paru.
  • Hipertensi pulmonal: tekanan darah tinggi di arteri paru-paru.
  • Kanker paru-paru: sejenis kanker yang dimulai di paru-paru.
  • Obstructive sleep apnea: penyakit yang menyebabkan jeda berulang dalam pernapasan saat tidur.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK): sekelompok penyakit paru-paru yang mencakup emfisema dan bronkitis kronis.
  • Penyakit paru-paru interstisial: sekelompok kondisi yang melukai dan membuat paru-paru kaku.
  • Pneumonia: infeksi yang membuat kantung udara (alveoli) di paru-paru meradang dan berisi nanah.
  • Pneumonia COVID-19: dapat menyebabkan gangguan pernapasan parah dan gagal napas.
  • Tuberkulosis: infeksi bakteri pada paru-paru.

Persiapan Sebelum Konsultasi ke Dokter Spesialis Paru

Persiapkan diri Anda sebelum melakukan konsultasi dengan dokter spesialis paru. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan selama pemeriksaan, seperti tes dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait gejala Anda dan mereka akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin memerlukan sejumlah tes untuk membuat diagnosis dan merekomendasikan pengobatan yang tepat. Tes tersebut mungkin termasuk pemeriksaan darah, rontgen dada, atau CT scan.

Dokter spesialis paru juga dapat merekomendasikan bronkoskopi. Dalam pemeriksaan ini, dokter memasukkan selang ke dalam tenggorokan Anda. Tabung tersebut memiliki kamera kecil dan ringan yang terpasang untuk melihat paru-paru dan saluran pernapasan Anda lebih dekat.

Mereka juga mengukur berapa banyak oksigen yang didapat tubuh Anda. Mereka juga akan menguji fungsi paru-paru. Untuk mengukur kadar oksigen, dokter akan menggunakan oksimeter di jari Anda.

Dalam tes lain seperti spirometri, Anda akan diminta untuk meniupkan udara ke dalam tabung yang terhubung ke komputer. Tes itu akan mengukur seberapa baik udara yang mengalir melalui paru-paru Anda.

  • Bagikan