Polisi Jemput Pasien Positif Covid-19 Sedang Isoman di Pekanbaru

  • Bagikan
Pasien Positif Covid-19

Menit.co.id РPasien positif  Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) dijemput aparat kepolisian menggunakan mobil ambulan untuk dibawa ke rumah sakit atau tempat isolasi untuk menjalani perawatan.

Penjemputan pasien covid dipimpin langsung Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya dengan mendatangi rumah warga yang positif Covid-19.

“Kami bersama Satgas Covid-19, mengevakuasi saudara kita yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Kita bawa mereka ke tempat isolasi terpusat agar mendapatkan perawatan yang maksimal dan layak,” ujar Nandang, Jumat (16/7).

Nandang menyampaikan, tujuan penjemputan pasien Covid-19 itu untuk meningkatkan angka kesembuhan dan mencegah penularan dalam klaster keluarga.

“Kalau di isolasi di rumah, bisa menularkan ke keluarganya yang lain. Makanya kita bawa ke tempat isolasi yang disediakan pemerintah. Supaya tidak menularkan, dan cepat sehat,” kata Nandang.

Nandang menyebutkan, warga harus diberi penjelasan dan pemahaman yang ekstra atas langkah evakuasi tersebut. Karena, sebagian masyarakat masih berpikir bahwa yang terpapar Covid-19 adalah hal yang memalukan dan mesti disembunyikan.

Padalal harusnya, kata Nandang, mereka yang isolasi harus mendapatkan perhatian yang lebih.

Menurut Nandang, sekitar 455 orang terpapar Covid-19 yang menjalani isolasi secara mandiri di kota Pekanbaru dan akan dievakuasi ke tempat isolasi terpusat. Beberapa di antaranya sudah dijemput dengan mengerahkan 60 unit ambulans.

Tim Satgas Covid-19 sudah dibagi di berbagai wilayah Kota Pekanbaru. Sebaran terpapar Covid-19 yang paling banyak berada di wilayah Kecamatan Bina Widya, Tuah Madani, Tenayan Raya, Payung Sekaki, Bukit Raya dan Marpoyan Damai.

“Saat dilakukan evakuasi masyarakat merasa kaget karena didatangi petugas Satgas Covid-19 yang hendak menjemputnya. Setelah diberi penjelasan oleh petugas bahwa langkah ini bertujuan untuk menyelamatkan warga, mereka pun memakluminya, kalau di tempat isolasi mereka akan lebih terurus,” ucapnya.

Adapun proses evakuasi tersebut dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, di mana petugas juga mengenakan alat pelindung diri (APD).

  • Bagikan