RSUD Dumai Sarana Berobat Nyaman di Masa Pandemi Covid-19

  • Bagikan
RSUD Dumai Sarana Berobat Nyaman di Masa Pandemi Covid-19
RSUD Dumai Jalankan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

Menit.co.id – Masa pandemi Covid-19 merupakan masa dimana semua lini mengalami dampak, baik ekonomi, sosial, budaya maupun agama, termasuk terhadap kesehatan masyarakat, sangat berdampak.

Menghadapi masa ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai sebagai satu-satunya rumah sakit yang berada di Kota Duma menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat yang butuh pengobatan dan perawatan, termasuk yang terpapar Covid-19.

Sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan Terunggul Dipantai Timur Sumatera, RSUD Kota Dumai memiliki berbagai fasilitas tempat tidur pasien yang terdiri dari Kelas I, II, III, VIP dan VVIP. Semua ruangan dilengkapi fasilitas pendingin atau air conditioning (AC).

Memasuki masa pandemi covid-19, RSUD Kota Dumai yang berlokasi di Jalan Sultan Syarif Kasim atau Jalan Tanjung Jati, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, memiliki bangunan yang cukup untuk menampung pasien Covid-19 dan umum.

RSUD Kota Dumai di bawah kepemimpinan Pelaksana tugas Direktur drg. Ridhonaldi sangat peduli terhadap masyarakat dengan moto kerja ikhlas untuk melayani masyarakat yang berkepentingan berobat di rumah sakit ini.

Pada masa pandemi covid-19, RSUD Kota Dumai tetap melayani pasien umum alias non-covid, baik pada bagian poli, instalasi gawat darurat (IGD) maupun rawat-inap. Pelayanan berlangsung seperti biasa pada fasilitas zona hijau, zona aman dan nyaman.

“RSUD Kota Dumai tetap buka walaupun ada beberapa nakes yang positif covid-19. Nakes yang positif covid-19 kita karantina, tugasnya digantikan oleh nakes yang lain,” ujar Ridhonaldi, saat berbincang dengan media ini.

Dalam operasional RSUD Kota Dumai pada masa pandemi covid-18 ini, ulas dokter gigi ini, pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Baik itu tenaga medis, pelayan rumah sakit, pasien maupun keluarga pasien.

Antara lain dengan melakukan penyemprotan disinfektan sesering mungkin, memakai masker, cuci tangan dengan sabun serta memberikan vitamin kepada nakes untuk meningkatkan imun tubuh dan stamina mereka.

Untuk mencegah penularan Covid-19 kepada nakes RSUD Kota Dumai, lanjutnya, di samping melengkapi dengan alat pelindung diri (APD), pihaknya membuat pembatas di beberapa tempat seperti pada tempat pendaftaran pasien, apotik, meja dokter dan lainnya.

“Dalam masa pandemi covid-19 ini kami memang melakukan perubahan standar operasional prosedur (SOP) pada sistem pelayanan pasien. Hal ini kami maksudkan semata-mata untuk mencegah penularan covid-19,” jelasnya.

“Misalnya, pasien datang harus memakai masker, diukur dulu suhu tubuhnya dan diwawancarai sebelum mendaftar. Selain itu, kami tidak membolehkan masyarakat mengunjungi pasien rawat-inap,” kata Ridho melanjutkan.

Tidak itu saja, seluruh nakes RSUD Kota Dumai dilakukan cek rutin kondisi kesehatan. Tujuannya supaya dapat terdeteksi apabila petugas tersebut tertular virus covid-19 dari pasien atau dari luar rumah sakit.

Pelayanan Kesehatan Essensial RSUD Dumai Tetap Prioritas

Banyak inovasi yang dibuat dan diterapkan oleh Direktur RSUD Kota Dumai. Antara lain sistem pendaftaran pasien secara online dengan tujuan menekan angka antrian dalam masa pandemi Covid-19 ini.

RSUD Kota Dumai juga memiliki visi dan misi cukup mumpuni. Yaitu, mewujudkan rumah sakit pendidikan terunggul di pantai timur sumatera.

Rumah sakit pendidikan mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, pelatihan, penelitian dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran, pendidikan berkelanjutan dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi.

Terunggul di Pantai Timur Sumatera mempunyai fungsi terunggul dalam pelayanan maupun fasilitas di pantai Timur Sumatera yang terdiri dari Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai.

Meskipun kedua Kabupaten yang bersebelahan dengan Kota Dumai ini telah memiliki rumah sakit dengan kelas yang sama dengan RSUD Kota Dumai, namun sampai dengan saat ini masih menjadi sentra rujukan dari dua kabupaten dengan ditetapkan rumah sakit rujukan regional.

Hal ini memungkinkan untuk memgembangkan rumah sakit yang jauh lebih lengkap dan diharapkan sampai dengan masa yang akan datang, RSUD Kota Dumai tetap menjadi yang terunggul dalam pelayanan dan proses pendidikan dibidang kesehatan.

Misi RSUD Kota Dumai, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, maka telah ditetapkan 4 (empat) misi rumah sakit umum daerah Kota Dumai sebagai berikut:

1. Menerapkan sendi-sendi pelayanan prima.

Menerapkan semakin meningkatnya kemajuan masyarakat dan kesadaran akan menuntut hak-haknya merupakan tantangan bagi instutisi pelayanan publik untuk memberikan pelayanan yang prima dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ukuran dari kualitas pelayanan yang diharapkan antara lain adalah: Reliability (keadaan), Responsivenass (ketanggapan), Competence (kemampuan), Access (mudah diperoleh), Courtesi (keramahan), Communication (komunikasi), Creadibility (kredibilitas), Security (keamanan), Understanding (saling memahami) dan Tangibles (terukur).

2. Meningkatkan dan mewujudkan profesionalitas sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan, pelatihan dan penelitian.

Untuk dapat memberikan pelayanan yang profesionalitas dibutuhkan sumber daya yang profesional pada semua lini. Peningkatan profesionalitas sumber daya manusia dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan baik yang bersifat formal maupun non formal.

3. Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan.

Pesatnya perkembangan teknologi kesehatan memaksa institusi pemberi pelayanan kesehatan harus mampu mengikuti perkembangan tersebut agar unggul dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Disamping terus meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pelayanan yang telah adapun terus dikembangkan dengan memberikan nilai tambah terhadap pelayanan yang telah ada tersebut.

4. Memantapkan fungsi manajerial yang akuntabel dan transparan, berbasis teknologi informasi.

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di rumah sakit mempunyai karakteristik dan organisasi yang sangat kompleks. Untuk itu dibutuhkan manajemen yang tangguh, transparan dan akuntabel agar fungsi manajerial dan pelayanan kesehatan dapat terselenggara secara efektif dan efisien.

Untuk menciptakan manajemen yang based evidence perlu penerapan teknologi informasi mulai dari lini bawah sampai dengan yang teratas.

Sedangkan untuk meningkatkan pelayanan, RSUD Kota Dumai memiliki berbagai dokter yang diantaranya, 25 dokter umum, 2 dokter gigi, 3 dokter spesialis penyakit dalam, 4 dokter spesialis obstetri & ginekologi – kebidanan & kandungan.

Kemudian, 4 Dokter Spesialis Anak, 5 Dokter Spesialis Bedah, 2 Dokter Spesialis Radiologi, 1 Dokter Spesialis Patologi Klinik, 2 Dokter Spesialis Patologi Anatomi, 1 Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 1 Dokter Spesialis Neorologi/Saraf.

Selanjutnya, 2 Dokter Spesialis Paru & Pulmonologi, 1 Dokter Spesialis Psikiatri – Kedokteran Jiwa, 2 Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan THT Kl, 2 Dokter Spesialis Mata, 1 Dokter Gigi Spesialis Bedah mulut / Maksilofasial, 1 Dokter Gigi Spesialis Anak – Pedodontis.

Tidak itu saja, perawat, bidan, analis dan tenaga penunjang lainnya cukup mumpuni dimilik rumah sakit milik Pemerintah Kota Dumai ini. Tujuannya adalah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kota Dumai di bidang kesehatan.

“Semoga apa yang kita miliki ini mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Sejalan juga dengan visi dan misi Walikota Dumai Paisal selama memimpin Kota Dumai kedepannya,” pungkasnya.

Artikel advertorial ini merupakan bentuk kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai.

  • Bagikan