Satgas Klaim Mayoritas Penduduk Indonesia Bersedia Menerima Vaksin Covid-19

    Sabtu, 21 November 2020 - 12:43 Editor : Redaksi Dibaca : 53 Views

    Menit.co.id – Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 sekaligus Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengatakan, mayoritas masyarakat Indonesia telah mengetahui adanya vaksin Covid-19 dan bersedia menerima vaksin tersebut.

    Menurut dia, hal itu diketahui berdasarkan survei yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan, Indonesia Technical Advisory Group for Immunization (ITAG), WHO dan UNICEF pada September 2020.

    “Survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia telah mendengar tentang vaksin dan bersedia menerima vaksin Covid-19,” kata perempuan yang akrab disapa Dokter Reisa ini dalam diskusi virtual Dialog Juru Bicara Pemerintah bertajuk Jalan Panjang Vaksin Sampai ke Tubuh Kita, Jumat (20/11/2020).

    Survei itu, sebut dia, dilakukan terhadap 115.000 orang di 34 provinsi yang mencakup 508 kabupaten/kota atau 99 persen dari total 514 kabupaten/kota.

    Untuk itu, lanjut dia, pemerintah tengah memastikan aspek keamanan dan kehalalan vaksin Covid-19.

    Demi semakin lancarnya proses produksi vaksin, pemerintah juga telah mengirimkan tim gabungan yang terdiri dari beragam kementerian/lembaga ke negara produsen untuk memastikan aspek tersebut.

    Tak sampai di situ, Reisa juga menambahkan bahwa pemerintah melibatkan petugas kesehatan yang akan berperan sebagai vaksinator Covid-19.

    “Kemenkes sudah melatih sekitar 7.000 tenaga kesehatan yang sudah disiapkan menjadi vaksinator dari 23.000 vaksinator,” ucapnya.

    Kendati demikian, ia menekankan, agar manajemen vaksin dan rantai dinginnya (cold chain) harus dipersiapkan dengan cermat dilakukan.

    Hal tersebut semata-mata bertujuan agar vaksin dapat efektif dan aman diterima oleh masyarakat Indonesia nantinya. Di sisi lain, Reisa juga menyatakan Indonesia sudah siap memproduksi vaksin sendiri.

    Hal ini dibuktikan dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Biofarma yang tengah berjuang memproduksi vaksin.

    Kini, vaksin tersebut sudah sampai tahap ketiga uji klinis. Biofarma sendiri, jelas Reisa, ditargetkan memproduksi sebanyak 250 juta dosis vaksin Covid-19.

    “BUMN ini juga sudah teruji dalam produksi vaksin sejak 130 tahun lalu. Total ada puluhan ribu vaksin yang sudah dihasilkan Biofarma. Vaksin Biofarma juga sudah digunakan negara-negara lain termasuk anggota organisasi kerja sama Islam atau OKI,” tutur Reisa.

    Sumber: Kompas.com



    Komentar Pembaca:

    Menit.co.id sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.