Uji Kelayakan Masker Kain dengan Cara Sederhana

    Kamis, 8 Oktober 2020 - 20:39 Editor : Redaksi Dibaca : 132 Views

    Menit.co.id Saat ini masker kain mudah didapatkan di mana-mana. Anda bahkan bisa membelinya di pinggir jalan dengan harga tak sampai Rp10.000. Lalu apakah masker seperti ini memang efektif untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19?

    Profesor Pratiwi Pujilestari Sudarmono, pakar mikrobiologi dari Universitas Indonesia mengatakan, sesungguhnya ada cara mudah untuk melihat apakah sebuah masker benar-benar berfungsi dengan baik atau tidak.

    Seperti dilansir Health Liputan6.com (25/9/2020), Pratiwi mengatakan bahwa metode meniup korek api atau lilin sambil menggunakan masker bisa dilakukan untuk menguji efektivitas masker dalam menyaring udara.

    “Selama meniup dan lilinnya masih bisa mati, berarti dia masih bolong (masker), udara masih bisa lewat,” kata Pratiwi.

    Jangan Pakai Scuba dan Buff
    Lalu bagaimana dengan masker kain berbahan scuba atau buff? Masker scuba dan buff dinilai tidak efektif mencegah percikan yang mengandung virus Corona Covid-19. Hal tersebut disebabkan bahan pembuatannya yang terlalu tipis.

    “Coba saja Anda tiupkan pakai korek api, dari balik (masker) scuba kan masih mati.”

    Masker Kain Tiga Lapis Lebih Baik
    Ia menambahkan, untuk bisa menahan virus, maka masker harus memiliki kerapatan kurang dari 0,1 mikron. Perlindungan ini hanya bisa didapatkan dari masker N95.

    Namun, Pratiwi menegaskan bahwa masker N95 hanya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan. “Karena pembuatannya kan memang sangat mahal. Secara teknologi juga bukan teknologi yang sederhana, (dibuat) dengan baik,” tambahnya.

    Sementara, masker kain pada umumnya mampu melindungi dari partikel berukuran sekitar 0,3 mikron. Karena itulah, Pratiwi tetap meminta masyarakat untuk menggunakan masker kain tiga lapis saat beraktivitas di masa pandemi.

    “Jadi pakai kain saja tiga lapis, itu sudah cukup.”



    Komentar Pembaca:

    Menit.co.id sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.